PANGKALPINANG — Lahan bekas tambang yang hijau kembali, kolong bekas galian yang disulap jadi kolam ikan, hingga kebun sayur yang produktif. Itulah yang dilihat langsung oleh puluhan pelajar dari dua SMA di Bangka saat mengikuti program edukasi lingkungan PT Timah, Rabu kemarin.
Alih-alih mendengarkan ceramah di ruangan, mereka diajak berpetualang. Metode yang dipakai: treasure hunt. Setiap kelompok harus melewati pos-pos edukasi untuk menemukan Buku Selaras Harmoni Reklamasi—sebuah buku yang ditulis oleh 17 karyawan PT Timah dan berisi perjalanan program reklamasi perusahaan, baik di darat maupun di laut.
Apa Saja yang Dipelajari Peserta?
Di setiap pos, siswa dihadapkan pada tantangan yang berbeda. Mulai dari mengenal tahapan reklamasi darat, tebak-tebakan bibit tanaman, panen sayuran, memilah sampah, hingga menanam sayuran sendiri. Ada juga pos kuis lingkungan dan pengenalan program reklamasi laut yang selama ini dijalankan PT Timah.
Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Sebelumnya, PT Timah juga menggelar penanaman pohon, gotong royong bersih pantai di Kundur, dan restocking cumi di wilayah operasional perusahaan.
Belajar Langsung, Bukan dari Buku Teks
Rendra Rasendria, siswa kelas XI SMAN 1 Pemali, mengaku baru pertama kali mendapat pengalaman belajar seperti ini. Menurutnya, materi reklamasi yang terkesan teknis jadi lebih mudah dipahami karena dikemas dalam bentuk permainan.
"Saya jadi belajar banyak tentang reklamasi, mulai dari pengertiannya, bagaimana prosesnya, hingga manfaat yang dihasilkan dari program reklamasi yang dilakukan PT Timah," kata Rendra.
Dia menjelaskan, reklamasi bukan sekadar menanam pohon. Tapi upaya mengembalikan fungsi lahan yang rusak agar bisa dimanfaatkan kembali—baik melalui revegetasi, budidaya perikanan di kolong bekas tambang, hingga pengembangan kawasan produktif yang punya nilai ekonomi.
Antusiasme Pelajar dan Harapan ke Depan
Laili Agustina Ahmad, siswi kelas XI SMAN 1 Merawang, mengaku senang bisa belajar cara menanam dan memanen langsung di lapangan. "Pengetahuan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami," ujarnya. Ia berharap kegiatan serupa bisa melibatkan lebih banyak sekolah agar edukasi lingkungan menjangkau lebih luas.
Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan, mengatakan kegiatan ini adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkenalkan program pengelolaan lingkungan kepada generasi muda secara lebih dekat dan menyenangkan. "Perusahaan sangat berkomitmen dalam melakukan pengelolaan lingkungan berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Anggi, PT Timah secara konsisten menjalankan berbagai program: reklamasi darat dan laut, revegetasi, pengembangan kawasan agro, konservasi keanekaragaman hayati, hingga pemberdayaan masyarakat di kawasan pascatambang.
Pesan dari Generasi Muda untuk PT Timah
Di akhir kegiatan, Rendra menyampaikan pesan singkat namun tegas: "Tetap semangat melaksanakan reklamasi. Dengan begitu, lahan bekas tambang tidak hanya meninggalkan dampak negatif, tapi bisa kembali memberikan manfaat bagi masyarakat."