PANGKALPINANG — Tiga armada Mobil Sehat atau Oto Sihat milik PT Timah yang beroperasi di Bangka, Belitung, dan Kepulauan Riau telah melaksanakan 56 kali kegiatan layanan kesehatan keliling hingga akhir 2025. Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan, menyebutkan angka penerima manfaat mencapai 7.114 orang, menjadikannya salah satu program dengan dampak terluas di sektor sosial perusahaan.
Dari Galeri Kreatif Hingga Budidaya Kakap Putih
Di sektor ekonomi, perusahaan memperkuat Program Pemuda Pemudi Berkarya (PEPAYA) di Desa Rias dengan membangun galeri pemasaran produk olahan barang bekas. Langkah ini mendorong kreativitas generasi muda sekaligus menciptakan nilai ekonomis dari limbah.
Di bidang pertanian, budidaya jagung di Desa Badau, Kabupaten Belitung, melibatkan kelompok tani lokal dan berkolaborasi dengan Dinas Pertanian serta pemerintah desa. Sementara itu, program Blue Resilience Initiative Action (BERLIAN) di Pulau Kundur diperluas dengan budidaya ayam pedaging dan pembentukan bank sampah berbasis masyarakat.
“Pada tahun 2025, cakupan program BERLIAN semakin diperluas melalui pengembangan budidaya ayam pedaging dan pembentukan bank sampah yang dikelola masyarakat,” kata Anggi Siahaan.
Beasiswa Penuh untuk Pelajar Kurang Mampu
Di sektor pendidikan, PT Timah melanjutkan Program Pemali Boarding School (PBS) yang telah berjalan sejak tahun 2000. Beasiswa penuh ini menyasar pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Riau. Hingga 2025, program ini telah melahirkan 922 alumni yang berprofesi sebagai guru, dokter, dosen, aparat penegak hukum, hingga profesional di berbagai sektor.
Pemberdayaan Kelompok Rentan di Bangka Barat
Komitmen terhadap kelompok rentan diwujudkan melalui Program Menjaga Nusantara di Kabupaten Bangka Barat. Kegiatannya mencakup ketahanan pangan, penguatan UMKM, sekolah entrepreneur difabel, pengelolaan sampah, hingga pemberdayaan perempuan. Perusahaan juga memperkuat program Fishing Ground dengan menambah ratusan unit rumpon di kawasan perairan, serta Coral Garden di Pulau Putri dan Laut Tuing untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.