Pencarian

Penumpang Kapal Laut di Bangka Belitung Anjlok 54,61 Persen pada April 2026, Warga Beralih ke Pesawat

Selasa, 02 Juni 2026 • 00:04:53 WIB
Penumpang Kapal Laut di Bangka Belitung Anjlok 54,61 Persen pada April 2026, Warga Beralih ke Pesawat
Penurunan penumpang kapal laut di Pelabuhan Belinyu mencapai 74,06 persen pada April 2026.

PANGKALPINANG — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Bangka Belitung, Sugeng Arianto, mengungkapkan pergeseran preferensi moda transportasi warga di provinsi kepulauan ini. Ia menyebut penurunan drastis terjadi di hampir seluruh pelabuhan utama pada April 2026.

"Penumpang angkutan laut turun, karena masyarakat lebih memilih menggunakan angkutan udara untuk berpergian ke luar daerah," kata Sugeng di Pangkalpinang, Selasa.

Pelabuhan Belinyu Paling Terpukul, Anjlok 74 Persen

Penurunan jumlah keberangkatan penumpang terbesar terjadi di Pelabuhan Belinyu, Kabupaten Bangka, yang ambles hingga 74,06 persen. Disusul Pelabuhan Tanjung Kalian di Kabupaten Bangka Barat yang turun 58,84 persen. Sementara penurunan paling rendah tercatat di Pelabuhan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, sebesar 26,21 persen.

Meski anjlok bulanan, secara kumulatif periode Januari hingga April 2026, arus penumpang yang berangkat justru mencatatkan peningkatan tipis 1,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Artinya, lonjakan terjadi pada awal tahun, lalu mengerut drastis di bulan April.

Arus Kedatangan Juga Merosot, Pelabuhan Belinyu Paling Sepi

Bukan hanya keberangkatan, jumlah kedatangan penumpang angkutan laut di Bangka Belitung pada April 2026 juga mengalami penurunan. Tercatat 42,14 ribu orang tiba di pelabuhan-pelabuhan Babel, atau turun 37,62 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan kedatangan tertinggi juga terjadi di Pelabuhan Belinyu yang mencapai 75,91 persen. Pelabuhan Tanjung Kalian menyusul dengan penurunan 44,21 persen, sedangkan Pelabuhan Tanjung Pandan hanya turun 6,09 persen.

Pelabuhan Tanjung Kalian: Gerbang Tersibuk ke Sumatera

Sugeng menjelaskan, secara garis besar aktivitas kedatangan penumpang melalui jalur laut pada April 2026 lebih besar dibandingkan aktivitas keberangkatan. Jalur masuk dan keluar paling sibuk adalah Pelabuhan Tanjung Kalian.

"Mengingat jumlah yang cukup besar, pergerakan aktivitas pada Pelabuhan Tanjung Kalian ini memberikan efek cukup signifikan baik pada pergerakan kedatangan maupun keberangkatan penumpang kapal ke Pulau Sumatera," ujarnya.

Fenomena ini menjadi sinyal bagi pemangku kepentingan di sektor maritim Babel. Beralihnya penumpang ke angkutan udara bisa menjadi tren permanen jika harga tiket kapal tidak kompetitif atau jadwal pelayaran tidak sesuai dengan mobilitas masyarakat modern.

Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks