Pencarian

Karantina Babel Perketat Biosekuriti Udang Vannamei, Target Ekspor Perikanan ke Pasar Global Digenjot

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:03:13 WIB
Karantina Babel Perketat Biosekuriti Udang Vannamei, Target Ekspor Perikanan ke Pasar Global Digenjot
Balai Karantina Babel memperketat biosekuriti untuk mendukung ekspor udang vannamei.

PANGKALPINANG — Penguatan biosekuriti menjadi prioritas utama di tengah persaingan pasar global yang semakin ketat. Udang vannamei, sebagai salah satu andalan ekspor Indonesia, harus memenuhi standar kesehatan dan keamanan produk yang tinggi agar mampu bersaing dengan negara produsen seperti Thailand, Vietnam, dan Ekuador.

Ancaman Penyakit yang Bisa Melumpuhkan Produksi

Biosekuriti dalam budidaya udang bukan sekadar formalitas. Protokol ini merupakan garis pertahanan vital terhadap penyakit mematikan seperti White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Early Mortality Syndrome (EMS).

Pengalaman di Asia Tenggara menunjukkan satu wabah dapat memusnahkan hingga 80 persen populasi udang dalam satu siklus budidaya. Dampaknya tidak hanya kerugian ekonomi, tetapi juga rusaknya reputasi produk di mata importir internasional.

Peran Gatekeeper dalam Rantai Ekspor

Balai Karantina Babel bertindak sebagai pintu gerbang dalam rantai ekspor perikanan. Lembaga ini bertanggung jawab melakukan pemeriksaan, pengawasan, dan sertifikasi untuk memastikan produk bebas dari ancaman biologis.

Proses penguatan yang dilakukan mencakup verifikasi kesehatan benur (benih udang), monitoring selama masa budidaya, hingga inspeksi produk akhir. Pengujian laboratorium dan audit fasilitas budidaya menjadi bagian dari prosedur wajib sebelum sertifikat kesehatan diterbitkan.

Potensi Ekspor dan Syarat Ketat Pasar Tujuan

Kepulauan Bangka Belitung yang selama ini dikenal sebagai produsen timah, kini mulai mengembangkan sektor perikanan sebagai diversifikasi ekonomi. Udang vannamei menjadi komoditas prioritas karena permintaan pasar yang konsisten dan nilai jual tinggi.

Pasar ekspor utama meliputi Jepang, Korea Selatan, China, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Namun, untuk menembus pasar tersebut, produk harus memenuhi standar ketat terkait residu antibiotik, logam berat, dan sertifikasi bebas penyakit.

Fakta Singkat Penguatan Biosekuriti Udang Vannamei di Babel

  • Biosekuriti mencakup pencegahan masuk dan menyebarnya penyakit atau organisme berbahaya ke area produksi.
  • Kegagalan biosekuriti di tingkat global telah menyebabkan kerugian miliaran dolar dalam industri udang.
  • Indonesia merupakan salah satu eksportir udang terbesar dunia dengan kontribusi sekitar 6-7 persen dari total pasar global.

Pendekatan kolaboratif antara regulator dan pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan penerapan standar biosekuriti di tingkat lapangan. Edukasi kepada pembudidaya tentang praktik terbaik terus digencarkan agar potensi besar perikanan Babel tidak tergerus risiko wabah penyakit.

Bagikan
Sumber: journalarta.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks