KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pembangunan Jalan Tol Kayuagung–Palembang–Betung sepanjang 106,81 kilometer terus dikebut. Percepatan saat ini difokuskan pada ruas Palembang–Betung, khususnya Seksi 1 dan Seksi 2 yang menghubungkan Kramasan–Sungai Rengas–Pangkalan Balai. Kedua seksi ini ditargetkan rampung pada September 2026.
Progres Fisik Seksi 1 dan 2 Tembus 90 Persen
Berdasarkan data Kementerian PU per Senin (25/5), progres pembangunan Seksi 1 ruas Kramasan–Sungai Rengas sepanjang 21,5 km telah mencapai 92,07 persen. Adapun Seksi 2 ruas Sungai Rengas–Pangkalan Balai sepanjang 33,0 km mencatatkan progres 89,88 persen.
"Saat ini, percepatan pembangunan difokuskan pada ruas Palembang–Betung, khususnya Seksi 1 dan Seksi 2 yang menghubungkan Kramasan–Sungai Rengas–Pangkalan Balai dan ditargetkan rampung pada kuartal III tahun 2026," tulis Kementerian PU dalam akun Instagram resminya, @kementerianpu.
Seksi 3 Baru Separuh Lebih, Ditargetkan Awal 2027
Berbeda dengan dua seksi sebelumnya, Seksi 3 ruas Pangkalan Balai–Betung sepanjang 14,69 km baru mencapai progres 51,82 persen. Kementerian PU menargetkan seksi terakhir ini rampung pada awal 2027.
Tol ini dibangun dalam tiga seksi secara keseluruhan. Ruas Palembang–Betung menjadi bagian dari proyek strategis yang menghubungkan jalur lintas timur Sumatera.
Efisiensi Waktu Tempuh Jadi Andalan
Menteri PU Dody Hanggodo menyebut pembangunan jalan tol ini memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran arus logistik di Sumatera. Ia menegaskan, proyek ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar infrastruktur mampu membuka akses lebih luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Dukungan konektivitas tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar infrastruktur terhubung antardaerah mampu membuka akses lebih luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Dody.
Apabila seluruh ruas rampung, waktu tempuh Palembang–Betung diproyeksikan turun drastis dari tiga jam menjadi satu jam. Selain memperlancar distribusi logistik, efisiensi perjalanan ini diyakini dapat mendongkrak perekonomian kawasan di Sumatera Selatan.