SUNGAILIAT — Tradisi pengumpulan sapi kurban dari setiap dinas di lingkungan Pemkab Bangka resmi dihentikan tahun ini. Bupati Fery Insani menegaskan bahwa sumbangan hewan kurban harus lahir dari panggilan hati, bukan karena tekanan struktural.
“Saya agak beda ya, tahun ini saya tidak mewajibkan perangkat daerah untuk menyumbang sapi. Mulai saya menjabat bupati tidak boleh ada kewajiban mereka untuk menyumbangkan karena itu sifatnya sukarela, itu ibadah,” tegas Fery.
Tidak Ada Dasar Hukum untuk Meminta Sapi ke OPD
Menurut Fery, praktik meminta setiap dinas menyumbang satu ekor sapi tidak memiliki landasan aturan yang jelas. Ia mempertanyakan dasar dari permintaan tersebut jika tetap dipaksakan.
“Masak setiap dinas saya minta satu sapi, ini apa pula dasarnya saya minta. Ibadah itu sukarela dan panggilan hati,” kata dia.
Meski begitu, kepala OPD yang tetap ingin berkurban secara pribadi dipersilakan. Namun, tidak akan ada pengumpulan sapi kurban terpusat di rumah dinas bupati seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pemkab Siap Salurkan Sumbangan Sukarela
Fery memastikan pihaknya tetap terbuka menerima sumbangan hewan kurban dari siapa pun yang berniat menitipkan melalui Pemkab Bangka. Ia tidak akan memaksa, termasuk kepada perusahaan-perusahaan di daerah.
“Tidak banyak, karena saya tidak melakukan collecting ke perangkat daerah, saya juga tidak meminta ke perusahaan, dikasih alhamdulillah, tidak dikasih ya sudah, mana ada pula kita paksa-paksa orang untuk menyumbangkan,” ujar Fery.
Pemkab Bangka juga telah memetakan desa-desa yang membutuhkan distribusi hewan kurban. Data ini disiapkan agar penyaluran tepat sasaran jika ada sumbangan masuk.
“Kami sudah mapping desa-desa yang membutuhkan sapi,” ungkap dia.
Bantuan Presiden dan PT Timah Disalurkan Langsung
Fery menjelaskan, bantuan sapi dari PT Timah Tbk merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan yang langsung disalurkan ke masyarakat. Pemkab hanya mendapat pemberitahuan agar tidak terjadi pendistribusian ganda.
Sementara itu, bantuan dari Presiden Prabowo untuk Kabupaten Bangka sebanyak dua ekor sapi telah disalurkan ke Desa Labu dan Kampung Nelayan Sungailiat. Bobot sapi jenis limousine itu mencapai sekitar satu ton.
“Beratnya sekitar 1 ton mungkin jenis sapi limousine. Dibagi-bagi lah namanya rezeki,” kata Fery.