PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang Saparudin, yang akrab disapa Prof Udin, menyampaikan pidato kenegaraan dalam Rapat Paripurna Istimewa Kesatu Masa Persidangan I Tahun 2026 DPRD Kota Pangkalpinang. Forum tersebut digelar untuk memperingati Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang, Kamis (17/9/2026).
Sejak menerima amanah memimpin pada 15 Oktober 2025 bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, Prof Udin mengaku memilih jalur kerja nyata dan kolaborasi bersama masyarakat. Menurutnya, jabatan yang diemban bukan sekadar kebanggaan pribadi.
"Amanah tersebut kami terima bukan sebagai sebuah kebanggaan pribadi, tetapi sebagai tanggung jawab besar kepada masyarakat. Sejak hari pertama, kami menyadari bahwa masyarakat tidak menunggu janji. Masyarakat menunggu kerja nyata," kata Prof Udin.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Pangkalpinang pada 2025 mencapai 4,54 persen. Namun pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi secara tahunan hanya tercatat 0,10 persen.
Inflasi year on year Pangkalpinang pada Juli 2026 berada di angka 2,67 persen dan meningkat menjadi 4,11 persen pada Agustus 2026. Prof Udin menyebut tantangan ke depan bukan sekadar menjaga pertumbuhan, tetapi meningkatkan kualitasnya.
"Karena itu, tugas kita ke depan bukan hanya menjaga pertumbuhan, tetapi meningkatkan kualitas pertumbuhan agar semakin inklusif dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.
Di bidang kesehatan, Prof Udin menyampaikan Pangkalpinang meraih UHC Award 2026. Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masyarakat Pangkalpinang mencapai 99,86 persen, melampaui batas minimal 98 persen.
Pencapaian itu disebut sebagai bukti komitmen pemerintah kota dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi warga. Prof Udin menilai capaian tersebut tidak lepas dari kerja kolektif lintas instansi.
Prof Udin menyoroti posisi Pangkalpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kota ini berperan strategis sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan pertumbuhan ekonomi tidak cukup dilihat dari angka semata. Pertumbuhan harus mampu menarik investasi, menggerakkan dunia usaha, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat UMKM.
Pembangunan kota, lanjutnya, bukan pekerjaan satu wali kota maupun satu periode pemerintahan. Pembangunan merupakan proses berkelanjutan yang harus meneruskan program pemerintahan sebelumnya, memperbaiki kekurangan, dan menjawab tantangan baru.
Dalam kesempatan itu, Prof Udin menyampaikan penghargaan kepada para pemimpin terdahulu yang dinilai berkontribusi bagi pembangunan Pangkalpinang.
"Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada para pemimpin sebelumnya yang telah mendedikasikan pikiran, tenaga, waktu dan pengabdiannya bagi pembangunan Kota Pangkalpinang," ujarnya.
Rapat paripurna istimewa ini menjadi momentum refleksi 269 tahun perjalanan Kota Pangkalpinang. Prof Udin berharap seluruh elemen masyarakat terus berkolaborasi menjaga arah pembangunan kota ke depan.