KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Enam poin dari dua pertandingan jadi modal berharga bagi Serdadu Tridatu. Tapi di balik start mulus itu, ada catatan yang membuat Johnny Jansen belum bisa tenang sepenuhnya.
Dalam dua laga awal, Bali United sama-sama kebobolan menjelang pertandingan berakhir. Pola ini berulang, dan Jansen menyebutnya sebagai peringatan serius.
Kesalahan kecil di penghujung laga, menurutnya, bisa berakibat fatal ketika menghadapi lawan yang lebih kuat. Apalagi kalau Bali United harus bermain di kandang lawan dengan tekanan penonton penuh.
"Yang terpenting juga adalah mental dalam bertanding. Dalam dua laga terakhir kami kebobolan di menit akhir. Ketika ada semangat, kami juga perlu menjaga fokus sehingga kesalahan kecil bisa diantisipasi lebih baik untuk langkah yang lebih maju," tegas Jansen, Selasa (15/9/2026).
Pelatih asal Belanda itu mengaku puas dengan perkembangan timnya. Jika dibandingkan penampilan saat pramusim, ada peningkatan yang signifikan dalam cara Bali United bermain.
"Dua kemenangan di laga awal ini sangat berharga. Kalau melihat bagaimana kami bermain saat pramusim, kami berproses perlahan untuk terus meningkatkan permainan dalam tim. Ini menjadi langkah besar untuk terus dikembangkan," ujar Jansen.
Soal performa dua laga terakhir, Jansen tak ragu memberi penilaian. Menurutnya anak asuhnya sudah menjalankan tugas dengan baik, meski tetap ada ruang perbaikan.
"Jika ditanya soal dua pertandingan terakhir, saya sampaikan bahwa kami sudah melakukannya dengan baik," katanya.
Pekan ketiga bakal menguji konsistensi Bali United. Serdadu Tridatu harus keluar dari kenyamanan Stadion Dipta dan bertandang ke markas Borneo FC di Samarinda.
Laga ini jadi pembuktian apakah Bali United mampu mempertahankan performa di luar kandang. Tiga poin di Samarinda akan membuat posisi mereka di puncak klasemen semakin kokoh.
Sebaliknya, kekalahan bisa membuat tim-tim di bawah mulai menempel. Jansen jelas tak ingin start sempurna ini sia-sia hanya karena lengah di laga tandang pertama.