KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kioxia kembali meramaikan pasar penyimpanan dengan Exceria Pro G2, SSD PCIe 5.0 yang menyasar segmen high-end. Drive ini menggunakan controller Silicon Motion SM2508 dipadukan flash BiCS8 218-Layer TLC buatan Kioxia sendiri. Pendekatan ini mirip dengan Kingston Fury Renegade G5 yang mengusung hardware serupa.
Yang membedakan, Exceria Pro G2 dirancang dengan orientasi OEM. Artinya, firmware-nya dioptimalkan untuk keandalan jangka panjang, bukan sekadar mengejar angka benchmark tertinggi.
Di benchmark 3DMark Storage, Exceria Pro G2 mencetak skor setara Fury Renegade G5. Keduanya memang berbagi hardware identik. Namun WD Black SN8100 dan Corsair MP700 Pro XT masih memimpin berkat optimasi firmware masing-masing.
Pengujian PCMark 10 menempatkan drive ini sedikit di atas Fury Renegade G5, tapi masih di bawah MP700 Pro XT dan Black SN8100. Dibanding SSD generasi sebelumnya seperti Crucial P5 Plus, skornya sekitar 75% lebih tinggi.
Untuk transfer file nyata lewat DiskBench, performa baca Exceria Pro G2 tergolong solid. Sayangnya, kecepatan tulisnya tertinggal jauh. Ini kemungkinan besar disengaja untuk mengurangi wear dan menekan panas berlebih.
Exceria Pro G2 memiliki cache pSLC sekitar 400 GB. Saat cache penuh, kecepatan tulis turun ke sekitar 2,0 GB/s sebelum akhirnya stabil di 2,96 GB/s. Angka ini memang lebih rendah dari Black SN8100 dan T710, tapi masih hampir dua kali lipat Fury Renegade G5 di kondisi serupa.
Pendekatan konservatif ini masuk akal untuk drive yang menyasar sistem selalu aktif. Cache pSLC besar memang cepat, tapi berpotensi memperpendek umur flash dalam skenario tertentu.
Salah satu keunggulan Exceria Pro G2 adalah suhu kerjanya. Drive ini tercatat hanya mencapai 52°C saat pengujian, jauh di bawah ambang peringatan 83°C. Label penyebar panas pada drive turut membantu menjaga temperatur tetap rendah.
Efisiensi dayanya tergolong rata-rata untuk kelasnya. Model 1TB justru tercatat lebih boros daya aktif (9,6W) dibanding varian 2TB (8,4W) dan 4TB (8,5W). Penyebabnya, konfigurasi die flash yang berbeda membuat setiap die bekerja lebih keras di kapasitas terkecil.
Exceria Pro G2 tersedia dalam tiga kapasitas. Harga estimasi berdasarkan listing di Eropa (di luar PPN): 1TB sekitar $190, 2TB sekitar $340, dan 4TB sekitar $650. Kioxia tidak mendistribusikan drive ini secara resmi di ritel Amerika Serikat, sehingga listing di Amazon kemungkinan besar merupakan barang impor.
Harga tersebut membuat varian 1TB dan 2TB lebih terjangkau dibanding WD Black SN8100. Untuk varian 4TB, harganya kurang lebih setara.
Dibanding WD Black SN8100 yang memakai hardware serupa, Exceria Pro G2 memang sedikit tertinggal di beberapa pengujian. Black SN8100 menawarkan kecepatan lebih konsisten berkat optimasi firmware WD/Sandisk.
Namun Exceria Pro G2 unggul dalam hal suhu operasional dan pendekatan firmware yang lebih konservatif. Untuk sistem yang berjalan 24 jam atau laptop kerja, trade-off ini bisa jadi lebih menguntungkan.
Kioxia Exceria Pro G2 adalah SSD PCIe 5.0 yang solid dengan bandwidth tinggi, latensi flash BiCS yang excellent, dan suhu kerja rendah. Drive ini bukan pilihan untuk Anda yang mengejar angka benchmark tertinggi, tapi sangat masuk akal bagi pengguna yang mengutamakan keandalan.
Jika Anda membutuhkan SSD untuk laptop selalu aktif, sistem Linux yang berjalan nonstop, atau workstation dengan kebutuhan termal ketat, Exceria Pro G2 layak dipertimbangkan. Untuk pengguna umum yang menginginkan performa puncak, WD Black SN8100 mungkin lebih menarik, terutama jika lebih mudah didapat di pasar lokal.