KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Penurunan ini bukan gejala sehari dua hari. Data penjualan delapan bulan terakhir menunjukkan tren yang konsisten merosot sejak Mei, tepat setelah harga BBM diesel menyentuh puncaknya. Kijang Innova Reborn Diesel, Fortuner, dan Pajero Sport yang biasanya jadi tulang punggung segmen SUV dan MPV diesel kini harus puas dengan angka yang jauh dari masa jayanya.
Kenaikan harga BBM diesel mulai terasa sejak April. Puncaknya terjadi pada Mei, saat harga solar nonsubsidi sempat menembus Rp 30.000 per liter. Memasuki Agustus 2026, harga memang turun, tapi hanya ke level Rp 25.000-an per liter — masih jauh di atas harga normal yang biasa dinikmati pengguna kendaraan diesel.
Bagi pemilik mobil diesel, kenaikan ini langsung terasa di biaya operasional harian. Konsumsi solar yang biasanya jadi keunggulan — terutama untuk perjalanan jauh dan angkutan barang — kini tak lagi jadi nilai jual utama.
Innova Reborn Diesel mencatat penjualan tertinggi pada Mei dengan 3.819 unit. Setelah itu, angkanya terus turun tajam. Pada Agustus, hanya 925 unit yang terjual — turun sekitar 76% dibanding Mei.
Beruntung bagi Toyota, data penjualan Innova Reborn Diesel digabung dengan Innova Zenix. Alhasil, model ini masih bisa bertahan di posisi ketiga daftar mobil terlaris se-Indonesia periode Agustus 2026.
Fortuner memulai tahun dengan 1.062 unit pada Januari dan sempat naik ke 1.386 unit pada April. Tapi sejak Juni, angkanya konsisten di bawah 700 unit. Agustus ditutup dengan 534 unit.
Pajero Sport mencatat penurunan paling dalam. Dari 1.262 unit pada Februari, penjualannya terus merosot hingga hanya 254 unit pada Juli. Agustus sedikit membaik ke 317 unit, tapi tetap jauh dari performa awal tahun.
Toyota sebelumnya tak menampik penurunan penjualan dua model dieselnya akibat harga BBM yang meroket. Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor, Bansar Maduma, berharap penurunan ini tidak berlangsung lama.
"Mudah-mudahan hanya shock sesaat. Pada saat mereka benar-benar menjalankan atau mengalami kenaikan harga tersebut, kemudian mereka menjalani setiap bulannya, mudah-mudahan mereka bisa beradaptasi, sehingga memberikan confidence buat mereka untuk membeli kendaraan diesel lagi," ungkap Bansar beberapa waktu lalu.
Angka penjualan ini menunjukkan bahwa konsumen diesel masih menahan diri. Meski harga solar sudah turun dari puncak Rp 30.000, level Rp 25.000-an per liter tetap membuat biaya kepemilikan mobil diesel kurang menarik dibanding versi bensin atau hybrid.
Belum ada indikasi harga BBM diesel akan kembali ke level sebelum April. Selama itu terjadi, segmen SUV dan MPV diesel kemungkinan masih akan tertekan.