Erupsi Anak Krakatau Tunda Penerbangan ke Bangka Belitung, Penumpang Rela Bolak-balik Bandara Soetta demi Kepastian

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Senin, 07 September 2026 | 14:02:01 WIB
Penumpang tujuan Belitung menunggu kepastian jadwal penerbangan di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta setelah rutenya tertunda akibat erupsi Anak Krakatau.

JAKARTA — Seorang penumpang bernama Yusta mengaku harus bolak-balik menuju Bandara Soetta setelah penerbangannya menuju Belitung tertunda. Ia bahkan menyebut anaknya yang berprofesi sebagai guru PNS terpaksa merogoh kocek hingga Rp 160 ribu hanya untuk transportasi umum Damri pulang-pergi dari rumah ke bandara.

"Anak saya sampai pulang-pergi ke Bandara Soetta naik Damri. Sudah mengeluarkan uang Rp80 ribu untuk datang dan pulang lagi Rp80 ribu, sudah keluar Rp160 ribu," tuturnya saat ditemui di Terminal 1 Bandara Soetta, Senin (7/9/2026).

Perjalanan Yusta kali ini sejatinya bukan untuk keperluan biasa. Ia baru saja menjalani masa duka lantaran sang kakak meninggal dunia di Jakarta dan berencana kembali ke Belitung dengan Sriwijaya Air pada hari yang sama.

Kepastian Informasi Maskapai Dinilai Krusial

Di tengah ketidakpastian jadwal, Yusta justru memilih bertahan dan menunggu penerbangan berikutnya. Berbeda dengan anaknya yang memutuskan membatalkan tiket dan menempuh jalur darat menuju Palembang demi mengejar kewajiban mengajar di sekolah.

"Anak saya PNS untuk mengajar, jadi batal (terbang). Kemarin sudah di-refund, hari ini pulang lewat darat ke Palembang karena dia mengejar untuk bisa mengajar," ucap Yusta.

Sementara itu, Yusta mengaku tak punya beban waktu seperti anaknya. Sebagai ibu rumah tangga, ia lebih memilih menunggu kepastian jadwal ketimbang meminta dijemput dan merepotkan anaknya yang tengah bertugas.

"Kalau mau minta jemput, anak lagi kerja, kasihan. Jadi terpaksa naik Damri lagi," katanya menjelaskan pilihannya kembali ke rumah saudara di Jakarta sambil menunggu informasi selanjutnya.

Maskapai Diminta Transparan Soal Jadwal Penerbangan

Yusta berharap maskapai lebih transparan dalam menyampaikan informasi pembatalan maupun penundaan. Menurutnya, kejelasan sejak awal akan mencegah penumpang mengeluarkan biaya perjalanan yang tidak perlu ke bandara.

"Harapan saya kepada maskapai, berikanlah yang terbaik, jangan sampai mengecewakan. Kalau mau berangkat ya bilang berangkat, kalau belum ya bilang belum," tegasnya.

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda diketahui mengganggu sejumlah rute penerbangan domestik, khususnya yang melintasi wilayah barat Indonesia menuju Kepulauan Bangka Belitung dan Sumatera Selatan.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top