KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Federasi Sepakbola Mesir (EFA) buka suara. Mereka menegaskan komitmennya menghormati regulasi FIFA, namun sekaligus menyiapkan nota hukum untuk membela tiga sosok kunci di balik pencapaian bersejarah timnya di turnamen dunia tersebut.
EFA memastikan akan mengajukan tanggapan serta dokumen hukum yang diperlukan dalam tenggat waktu yang ditentukan. "Federasi menegaskan penghormatannya terhadap regulasi dan prosedur FIFA, dan tanggapan serta nota-nota hukum yang diperlukan akan diajukan," demikian bunyi pernyataan resmi EFA, seraya menambahkan dukungan penuh kepada pihak-pihak yang terkait proses tersebut.
Kekalahan tipis dari Argentina di babak 16 besar meninggalkan luka mendalam bagi skuad "The Pharaohs". Sempat unggul 2-0, Mesir harus rela tersingkir setelah juara bertahan bangkit di babak kedua. Kekecewaan itu meluap menjadi kritik pedas yang dilontarkan para petinggi tim kepada pengadil lapangan.
Hossam Hassan, yang juga menjabat sebagai direktur teknik, melontarkan tuduhan bahwa keputusan wasit tidak adil dan mengaitkannya dengan kepentingan komersial. "Kami tampil lebih baik hari ini melawan Argentina, tetapi sepakbola tidak adil, dan apa yang terjadi tidaklah adil, meski FIFA mengusung slogan 'fair play'," ujarnya. Ia bahkan menyinggung keinginan agar Lionel Messi tetap berlaga di turnamen.
Kritik lebih tajam disampaikan sang bintang, Mostafa Zeko, yang menyebut turnamen ini "diarahkan" dan wasitnya "zalim". "Selamat kepada Argentina atas Piala Dunia. Turnamen ini diarahkan, wasitnya zalim, sejak awal pertandingan ia melawan kami," kata Zeko dalam pernyataan yang viral setelah laga.
Ini bukan pertama kalinya elemen timnas Mesir berurusan dengan komite disiplin FIFA. Sebelumnya, pelatih kiper Saafan El Saghir juga telah dijatuhi denda finansial akibat protes berlebihan di dalam lapangan terhadap keputusan wasit pada pertandingan yang sama.
Meski menghadapi badai sanksi, pencapaian Mesir di Piala Dunia 2026 tetap menjadi sorotan. Melaju ke babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah dan nyaris menjungkalkan Argentina adalah prestasi yang diakui banyak pihak. Kini, fokus EFA adalah memastikan pembelaan hukum yang solid agar sanksi yang diterima tidak memberatkan masa depan para arsitek kesuksesan tersebut.