JAKARTA — Pemerintah pusat mengambil langkah agresif untuk mewujudkan kemandirian energi dengan memperbanyak infrastruktur produksi etanol. Presiden Prabowo Subianto secara langsung mengumumkan rencana pembangunan puluhan pabrik baru setelah meninjau hasil panen raya bersama TNI di Malang, Jawa Timur, pada Jumat.
“Tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20. Butuh pabrik, tadi pabriknya yang baru kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan kita akan bangun minimal 30 pabrik, kalau perlu sampai 50 pabrik,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya yang dipantau daring dari Jakarta.
Kepala Negara mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini sudah mampu mencampur bensin dengan etanol hingga level 20 persen. Namun, kapasitas produksi nasional masih sangat terbatas. Presiden mencontohkan India yang sudah berhasil mencapai E20 dan Brasil yang bahkan sudah menggunakan E100, atau etanol murni.
Optimisme tinggi disampaikan Presiden bahwa Indonesia bisa mengejar ketertinggalan tersebut. Langkah ini dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor dan memperkuat sektor agrikultur dalam negeri sebagai pemasok bahan baku etanol.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menyoroti sejumlah pencapaian energi lainnya. Ia menyebut peresmian Proyek LNG Abadi Masela pada Kamis (16/7) setelah mangkrak selama 28 tahun sebagai bukti keseriusan pemerintah. Lebih dari itu, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang memproduksi B50, bahan bakar campuran nabati berbasis minyak sawit dan solar.
“Kita sekarang hasilkan solar dari kelapa sawit. Jadi, dari mulai bulan Juli ini kita tidak impor solar lagi dari luar negeri,” tegas Presiden.
Presiden juga mengumumkan bahwa motor listrik nasional akan segera diluncurkan dalam beberapa pekan ke depan. Kendaraan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama para petani, untuk mendapatkan sarana transportasi yang lebih efisien dan murah.
Di akhir arahannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh unsur bangsa untuk terus berkolaborasi. Target-target yang sudah ditetapkan pemerintah tidak hanya menyangkut kemandirian energi, tetapi juga pangan, pengelolaan sumber daya alam, dan inovasi teknologi.
“Kita harus terus bergerak. Kemandirian ini bukan hanya soal energi, tapi juga kesejahteraan petani dan masa depan anak cucu kita,” ujar Presiden.