PANGKALPINANG — Perum Bulog Cabang Bangka memastikan penyerapan gabah petani di Pulau Bangka terus berjalan. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 3.300 ton gabah kering petani dari Kabupaten Bangka Selatan sudah masuk lumbung Bulog.
Kepala Perum Bulog Cabang Bangka, Dimas Wage Tantri, mengatakan penyerapan itu baru terealisasi dari empat desa di Bangka Selatan. "Tersebar di Desa Pulau Besar, Batu Betumpang, Rias, dan Desa Serdang," katanya di Pangkalpinang, Kamis.
Dari total 3.300 ton gabah kering yang diserap, Bulog menghitung angka tersebut setara dengan 1.700 ton beras. "Cukup untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat di Pulau Bangka hingga 2,5 sampai tiga bulan ke depan," ujar Dimas.
Penyerapan ini merupakan bagian dari upaya Bulog menjaga harga gabah petani saat panen raya. Dengan adanya pembelian oleh Bulog, petani tidak perlu khawatir harga anjlok di tengah melimpahnya produksi.
Dimas mengungkapkan, target penyerapan gabah petani dari Bulog pusat untuk tahun 2026 mencapai 6.600 ton. Realisasi saat ini sudah mencapai sekitar 50 persen lebih dari target tersebut.
Penyerapan tidak hanya berlangsung di Bangka Selatan. Bulog Cabang Bangka juga masih aktif menyerap gabah petani di empat kabupaten dan satu kota lainnya di Pulau Bangka, yakni Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, dan Kota Pangkalpinang.
Bagi petani yang ingin menjual gabahnya ke Bulog, Dimas mengimbau untuk tidak langsung memanen padi terlebih dahulu. "Petani jangan panen dulu padinya. Jadi petani melaporkan dulu ke petugas PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan nanti PPL ini akan berkoordinasi dengan Bulog," jelasnya.
Setelah koordinasi berjalan, petugas Bulog akan datang langsung ke lokasi untuk menyerap gabah petani. Harga yang ditawarkan Bulog adalah Rp6.500 per kilogram gabah kering. Petani yang berminat bisa menghubungi PPL setempat untuk memulai proses penjualan.