KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Prabowo tak main-main dengan ancamannya. Di hadapan para pengurus koperasi dan pejabat negara, ia secara terbuka menyebut praktik korupsi telah menggerogoti perusahaan-perusahaan pelat merah seperti Pertamina, PLN, BRI, dan Telkom. "BUMN-BUMN itu akan kami tertibkan," ujarnya dengan nada tegas.
Pidato yang berlangsung di tengah peringatan Hari Koperasi itu menjadi panggung bagi Prabowo untuk melontarkan ultimatum. Ia meminta para pelaku korupsi di lingkungan BUMN segera menghentikan aksinya. "Hentikan! Rakyat tidak bodoh! Hentikan! Kembalikan kekayaan rakyat, kembalikan dengan baik," serunya disambut tepuk tangan peserta.
Menurut Prabowo, Indonesia adalah bangsa yang pemaaf. Namun, sikap itu tidak boleh menghilangkan hak rakyat atas keadilan dan kesejahteraan. "Kita bangsa pemaaf. Tapi rakyat butuh keadilan, butuh kesejahteraan, butuh sekolah yang baik," katanya.
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak akan mentolerir kebocoran keuangan negara di tubuh BUMN. Selama ini, banyak perusahaan negara dinilai belum optimal memberikan dividen dan manfaat langsung ke masyarakat karena terkendala praktik korupsi internal.
Prabowo juga mengaitkan pemberantasan korupsi dengan perbaikan kesejahteraan aparatur negara. Ia menilai, guru, tenaga kesehatan, aparat keamanan, hingga ASN harus digaji layak agar tidak tergoda melakukan penyimpangan. "Guru-guru butuh gaji yang baik. Dokter, perawat butuh gaji yang baik. Tentara dan polisi butuh gaji yang baik supaya mereka tidak memeras dari rakyat. Pegawai negeri butuh gaji baik supaya mereka tidak korupsi," ujarnya.
Pernyataan ini menjadi penekanan bahwa penertiban BUMN tidak bisa berjalan sendiri. Perlu ada perbaikan ekosistem secara menyeluruh, mulai dari tata kelola perusahaan hingga kesejahteraan pegawai negeri.
Ke depan, publik akan mengawasi apakah ancaman Presiden ini benar-benar berujung pada operasi besar-besaran di tubuh perusahaan negara. Jika terealisasi, langkah ini berpotensi mengerek penerimaan negara dari dividen BUMN secara signifikan.