KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Bola.com, Solo – Persis Solo mengamankan tanda tangan kakak-beradik Oliver Leeming dan Theodore Leeming untuk mengarungi Pegadaian Championship musim depan. Di hari yang sama, rival sekota mereka, PSIS Semarang, resmi memperkenalkan Abduh Lestaluhu sebagai rekrutan ke-13.
Oliver dan Theodore datang ke Persis dengan momentum impresif. Keduanya baru saja mengantarkan Persija Jakarta U-20 menjuarai Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/2026.
Oliver berposisi sebagai bek kanan, sementara Theodore merupakan pemain sayap kanan yang sempat membela Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 2026. Pada turnamen itu, Theodore mencatatkan tiga assist dari empat laga. Sebelum berkarier di Indonesia, kedua pemain menimba pengalaman bersama Perth RedStar FC di Australia.
Oliver mengaku siap bekerja keras dan berharap mendapat dukungan penuh dari suporter Laskar Sambernyawa. Sementara itu, Theodore bertekad membantu Persis kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Kedua pemain menyambut antusias kesempatan ini. Mereka menjadi amunisi segar di lini sayap yang diharapkan bisa menambah daya gedor tim.
Di sisi lain, PSIS Semarang tak mau kalah. Klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar ini merekrut Abduh Lestaluhu, bek senior berusia 32 tahun dengan 14 caps bersama Timnas Indonesia.
Abduh bukan nama baru di sepak bola nasional. Ia pernah membela Persija Jakarta, PS TNI, Bali United, PSS Sleman, Persis Solo, hingga Malut United. Asisten Manajer PSIS, Reza Handhika, menyebut pengalaman, karakter bermain, dan mental bertanding Abduh menjadi pertimbangan utama merekrut pemain kelahiran Ambon tersebut.
Manajemen PSIS berharap kehadiran Abduh mampu memperkokoh lini belakang sekaligus membantu tim mewujudkan target promosi ke Super League. Abduh pun mengaku senang kembali membela klub asal Jawa Tengah. Mantan pemain Persis Solo itu berjanji akan memberikan kemampuan terbaiknya agar PSIS mampu bersaing.
Dengan dua rekrutan ini, Persis dan PSIS sama-sama menunjukkan keseriusan. Kedua tim dari Solo dan Semarang itu kini saling beradu strategi di bursa transfer demi satu tujuan: kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.