Pemprov Kalteng Buka Kelas Virtual Bahasa Asing untuk 7 Bahasa, Jangkau Pelajar Pedalaman

Penulis: Hendrizal Satria  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 15:28:31 WIB
Dinas Pendidikan Kalteng meluncurkan kelas virtual bahasa asing untuk pelajar di wilayah terpencil.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah memanfaatkan teknologi untuk menjembatani kesenjangan pengajaran bahasa asing di wilayah terpencil. Kepala Disdik Kalteng Reza Prabowo menyatakan kelas virtual menjadi solusi atas minimnya guru bahasa asing di sekolah pelosok.

"Masih banyak sekolah di pelosok belum memiliki guru bahasa asing, sehingga kami memanfaatkan teknologi agar pelajar bisa mendapat akses pembelajaran yang sama," ujar Reza di Palangka Raya, Rabu.

Tujuh Bahasa Asing yang Tersedia

Pembelajaran dimulai Oktober 2025 dengan lima bahasa asing: Inggris, Jepang, Jerman, Arab, dan Prancis. Merespons antusiasme peserta didik, Disdik Kalteng kemudian menambah dua bahasa baru ke dalam program ekstrakurikuler, yaitu Korea dan Mandarin.

Penambahan itu berdasarkan aspirasi siswa yang menginginkan lebih banyak pilihan bahasa untuk mendukung pendidikan dan peluang kerja internasional. Kelas digelar secara daring secara rutin dan dapat diikuti pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

Menjawab Instruksi Presiden soal Bahasa Prancis

Program ini selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh jenjang sekolah mulai mempelajari bahasa Prancis sebagai persiapan menghadapi tantangan global. Kalteng menjadi salah satu daerah yang merespons cepat arahan tersebut dengan menyediakan akses pembelajaran virtual.

Pemerintah Provinsi Kalteng di bawah Gubernur Agustiar Sabran menjalankan program ini sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.

Dampak bagi Pelajar Daerah 3T

Melalui kelas virtual, siswa di daerah terpencil dan pedalaman mendapatkan kesempatan belajar yang setara dengan pelajar di perkotaan. Penguasaan bahasa asing diharapkan menjadi bekal mereka menghadapi persaingan di tingkat global.

"Agar anak-anak Kalimantan Tengah memiliki kemampuan dan daya saing yang lebih baik di masa depan," kata Reza menambahkan. Program ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam mengurangi kesenjangan pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Reporter: Hendrizal Satria
Back to top