KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PSL, Retno Soelistianti, mengatakan pertumbuhan tersebut merupakan hasil penguatan integrasi layanan dan konektivitas ekosistem kepelabuhanan. “Kami berupaya mendorong efisiensi rantai logistik guna mendukung pertumbuhan perekonomian nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, baru-baru ini.
Kinerja lapangan penumpukan atau yard storage meningkat 8,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pemicunya adalah bertambahnya volume ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya melalui Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Komoditas ini dikirim ke Malaysia dan Singapura.
Di sektor freight forwarding, Grup PSL mencatat kenaikan 125,97 persen secara tahunan. Aktivitas transportasi multimoda pada rute Pelabuhan Belawan–KEK Sei Mangkei–Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi pendorong utama. Pertumbuhan industri di KEK Sei Mangkei serta pengiriman produk pulp dan kertas melalui Pelabuhan Perawang, Riau, turut berkontribusi.
Di bidang pengembangan kawasan pendukung atau hinterland development, PSL terus membangun infrastruktur dasar dan utilitas di kawasan Kuala Tanjung. Hasilnya, pengusahaan listrik melonjak 100,52 persen dibandingkan tahun lalu. Menurut Retno, peningkatan ini diharapkan mendukung elektrifikasi peralatan terminal pelabuhan dan kebutuhan energi sektor industri di sekitar.
“Capaian ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis melalui pengembangan ekosistem kepelabuhanan dan integrasi layanan,” kata Retno.
Ke depan, PSL akan mengoptimalkan layanan melalui penguatan operasional dan komersial, pengembangan kawasan pendukung, serta transformasi digital berkelanjutan. Perusahaan menargetkan langkah-langkah ini dapat meningkatkan efisiensi layanan logistik nasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa dan pemangku kepentingan di sektor kepelabuhanan. Lonjakan kinerja di awal tahun ini menjadi modal awal untuk mencapai target tersebut.