PALEMBANG — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Selatan M. Arkan Nurwahiddin mengonfirmasi bahwa keempat jemaah tersebut wafat bukan pada hari yang sama, melainkan beberapa hari sebelumnya saat masih menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci. Salah satu di antaranya dilaporkan meninggal sekitar tiga hari lalu.
Data yang dirilis Selasa (15/4) ini menunjukkan bahwa Debarkasi Palembang mencatat total empat jemaah wafat. Rinciannya, tiga orang merupakan warga Sumatera Selatan dan satu orang berasal dari Bangka Belitung. Nama serta asal kota/kabupaten jemaah asal Bangka Belitung belum dirilis secara detail oleh pihak Kemenag Sumsel.
Di sisi lain, kepulangan kloter pertama Debarkasi Palembang berjalan lancar. Sebanyak 443 orang tiba di Tanah Air, terdiri atas 438 jemaah haji dan lima petugas. Rombongan ini berasal dari OKU Timur (437 jemaah), satu jemaah asal Banyuasin, serta satu petugas haji daerah (PHD) dan empat petugas kloter pendamping.
“Alhamdulillah, kloter ini sebagaimana pemberangkatan, kembalinya juga utuh seperti semula,” ujar M. Arkan Nurwahiddin.
Pihak Kemenag Sumsel memastikan proses pemulangan seluruh jemaah berjalan tanpa hambatan. Tidak ada pengurangan jumlah jemaah selama proses keberangkatan hingga pemulangan untuk kloter pertama ini.