Pencarian

Review Honda Super-ONE: Sensasi Mobil Bensin di Balik Harga Rp 438 Juta

Rabu, 04 November 2026 • 13:23:31 WIB
Review Honda Super-ONE: Sensasi Mobil Bensin di Balik Harga Rp 438 Juta
Honda Super-ONE dipasarkan sebagai CBU impor dari Jepang dengan alokasi 100 unit untuk Indonesia pada 2026.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Setelah mencoba Honda Super-ONE di ISDC Serpong, satu hal yang paling mengejutkan justru bukan soal tenaga listriknya, melainkan sensasi berkendara yang dibuat mirip mobil bermesin konvensional. Honda membanderolnya Rp 438 juta OTR Jakarta, harga yang terasa mahal untuk EV mungil dengan baterai 29,6 kWh, tapi pendekatan berbeda inilah yang jadi jualannya. Simak apa yang benar-benar didapat pembeli, sekaligus catatan yang perlu dipertimbangkan sebelum memesan.

Honda Super-ONE resmi dipasarkan sebagai CBU impor langsung dari Jepang, dengan alokasi hanya 100 unit untuk Indonesia sepanjang 2026. Pemesanan dibuka 5 Agustus 2026, dan dalam sehari tercatat 132 pesanan, sudah melampaui kuota. Hingga keterangan terbaru, pemesanan menembus 180 unit, dengan pemesan terbesar dari Jabodetabek sebesar 35 persen, disusul Jawa Barat 23 persen.

Kesan pertama saat mencoba unit ini di ISDC Serpong, Pusdiklantas Alam Sutera, adalah bagaimana Honda sengaja membangun karakter berkendara yang terasa akrab bagi penggemar mobil bensin. Bukan sekadar EV kecil yang senyap dan datar.

Mode Boost: Tenaga Naik dari 47 kW ke 70 kW

Motor listrik di roda depan Super-ONE menghasilkan 47 kW atau sekitar 63 dk pada mode Normal. Begitu mode Boost diaktifkan, tenaganya melonjak ke 70 kW atau sekitar 95 PS, dengan torsi 162 Nm. Bobotnya hanya sekitar 1.090 kg, jadi lonjakan tenaga ini langsung terasa di jalan.

Karakter mobil berubah agresif. Ada Active Sound Control yang mengikuti injakan pedal, plus simulasi perpindahan gigi tujuh percepatan lewat paddle shift. Menurut Honda, karakter suaranya terinspirasi dari City Turbo II dan Integra Type R. Sensasi downshift-nya pun terasa natural, mirip mobil sport.

Semua ini memang buatan. Tapi justru di situ letak daya tariknya: pengemudi diajak kembali merasakan respons akselerasi dan perpindahan gigi yang biasanya hilang di EV mungil.

Baterai 29,6 kWh dan Jarak Tempuh Realistis

Super-ONE mengandalkan baterai 29,6 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 274 km menurut siklus WLTC versi Jepang, atau sekitar 205 km menurut standar WLTP. Untuk pengisian, ada DC fast charging 50 kW yang mengisi 20 ke 80 persen dalam sekitar 30 menit, sementara AC 6 kW butuh sekitar 4,5 jam.

Ada lima mode berkendara: Econ, City, Normal, Sport, dan Boost. Mode City menghadirkan Single Pedal Control yang memungkinkan pengemudi memperlambat hanya dengan melepas pedal gas, memanfaatkan regenerative braking.

Fitur dan Jaminan Purna Jual

  • Simulasi transmisi 7 percepatan dengan paddle shift
  • Active Sound Control dengan karakter suara City Turbo II dan Integra Type R
  • Single Pedal Control pada mode City
  • Honda Sensing sebagai paket keselamatan
  • Garansi kendaraan 3 tahun atau 100.000 km
  • Garansi baterai 8 tahun atau 160.000 km

Harga dan Pilihan Warna

Honda Super-ONE dijual Rp 438.000.000 OTR Jakarta. Untuk warna two-tone Boost Violet Pearl, ada tambahan Rp 10 juta. Pilihan warna lain adalah Crystal Black Pearl dan Luminous Grey.

Dari sisi distribusi, data wholesales Gaikindo mencatat 46 unit dikirim ke dealer pada Agustus 2026, sementara data impor menunjukkan 73 unit sudah masuk ke Indonesia. Pengiriman ke konsumen dijadwalkan berlangsung dari akhir Agustus hingga akhir Oktober 2026.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memesan

  • Harga Rp 438 juta terbilang tinggi untuk kapasitas baterai 29,6 kWh dan jarak tempuh sekitar 200-an km
  • Alokasi hanya 100 unit untuk 2026, dan Honda belum memastikan tambahan kuota
  • Jarak tempuh WLTP sekitar 205 km membatasi penggunaan untuk perjalanan luar kota tanpa perencanaan charging
  • Pendekatan sensasi berkendara bersifat subjektif, belum tentu cocok bagi pembeli yang mengejar efisiensi murni

Verdict: Bukan EV untuk Semua Orang

Honda Super-ONE tidak perlu dibandingkan dengan mobil listrik China hanya berdasarkan harga atau fitur, karena pendekatannya memang berbeda. Yang dijual di sini adalah karakter, sensasi, dan kesenangan berkendara yang sulit ditemukan di EV mungil lain di Indonesia.

Cocok untuk pencinta otomotif yang merindukan feel mobil bermesin konvensional tapi ingin beralih ke listrik, serta pembeli yang mengutamakan pengalaman berkendara di atas angka jarak tempuh. Kurang cocok bagi yang butuh EV harian dengan jarak tempuh panjang atau mengejar value maksimal per rupiah. Di Jepang, Super-ONE mencatat lebih dari 12.000 pemesanan dalam dua bulan sejak diluncurkan, angka yang menunjukkan pendekatan ini punya pasarnya sendiri.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rockomotif.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks