KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Menteri Perhubungan Spanyol Oscar Puente mengundurkan diri setelah tabrakan dua kereta cepat di Provinsi Toledo pada 28 Oktober 2026 menewaskan sedikitnya 69 orang. Pengunduran diri itu diumumkan Puente di hadapan Kongres pada Selasa (4/11/2026) malam, saat ia memaparkan kronologi kecelakaan di dekat Kota Urda. Kecelakaan tersebut tercatat sebagai yang paling mematikan sepanjang sejarah perkeretaapian modern Eropa.
Paragraf pembuka: Puente menyampaikan keputusan mundur langsung di depan anggota Kongres, di tengah tekanan politik yang meningkat setelah insiden tersebut. Ia menyebut dua kecelakaan serius dalam kurun kurang dari setahun sebagai alasan utama ia tidak lagi layak menjabat. Sebelumnya, pada Januari lalu, terjadi kecelakaan kereta di Andalusia yang juga menimbulkan korban.
Alasan di Balik Pengunduran Diri
Dalam pernyataannya, Puente menegaskan posisi menteri perhubungan di negara seperti Spanyol tidak bisa dipertahankan setelah dua kecelakaan berat terjadi beruntun. "Seorang menteri perhubungan di negara seperti Spanyol tidak bisa tetap menjabat setelah dua kecelakaan serius seperti ini terjadi dalam kurun waktu kurang dari setahun," ujarnya seperti dikutip dari keterangannya di Kongres.
Ia mengaku sudah mengambil keputusan mundur sejak pekan lalu, tepat setelah kecelakaan terjadi. Namun, keputusan itu baru diumumkan ke publik pada Selasa malam, bersamaan dengan sesi penjelasan di parlemen.
Korban dan Kondisi Terkini
Tabrakan dua kereta cepat di Provinsi Toledo pada 28 Oktober lalu merenggut setidaknya 69 nyawa. Sejumlah korban luka masih menjalani perawatan intensif dan dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Hingga kini, otoritas setempat belum merilis pembaruan resmi mengenai jumlah korban luka maupun penyebab pasti insiden.
Insiden di dekat Kota Urda menjadi sorotan karena melibatkan kereta cepat, moda transportasi yang selama ini diandalkan Spanyol sebagai tulang punggung konektivitas antarkota. Skala korban menjadikannya kecelakaan kereta paling mematikan di Eropa modern.
Langkah Keselamatan dan Tekanan Oposisi
Dalam sesi yang sama, Puente memaparkan sejumlah langkah baru untuk memperkuat keselamatan perkeretaapian. Ia juga menghadapi pertanyaan tajam dari kubu oposisi yang menuntut pertanggungjawaban atas rentetan kecelakaan.
Pengunduran diri Puente membuka ruang bagi pemerintah Spanyol untuk menunjuk pengganti dan merumuskan ulang kebijakan keselamatan transportasi. Bagi publik Spanyol, perhatian kini tertuju pada apakah langkah yang diumumkan mampu mencegah terulangnya insiden serupa di jaringan kereta cepat yang terus diperluas.
Penutup: Mundurnya seorang menteri setelah dua kecelakaan berat dalam setahun menunjukkan besarnya tekanan publik terhadap standar keselamatan transportasi di Spanyol. Keputusan Puente menjadi ujian bagi pemerintah dalam menjaga kepercayaan pengguna kereta cepat, moda yang semakin vital bagi mobilitas warga Eropa.