Pencarian

Wisata Halal Dunia Sentuh 196 Juta Perjalanan 2025, Indonesia Peringkat Dua

Selasa, 27 Oktober 2026 • 13:24:01 WIB
Wisata Halal Dunia Sentuh 196 Juta Perjalanan 2025, Indonesia Peringkat Dua
Seminar internasional wisata halal digelar di UIN Walisongo Semarang dengan menghadirkan pakar dari Universiti Teknologi MARA Malaysia.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Perjalanan wisatawan Muslim internasional tercatat 196 juta pada 2025 dan diproyeksikan naik menjadi 262 juta pada 2030, menjadikan wisata halal salah satu ceruk pasar terbesar dunia. Indonesia berada di posisi kedua destinasi ramah Muslim versi Global Muslim Travel Index 2026, setara Arab Saudi dan Türkiye di bawah Malaysia. Peluang itu dibedah dalam seminar internasional di UIN Walisongo Semarang yang menghadirkan pakar Universiti Teknologi MARA Malaysia.

Program Studi Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang menggelar seminar bertajuk "Contemporary Trends in Halal and Religious Tourism Management" di Ruang Sidang Utama FDK. Kegiatan yang diikuti 80 mahasiswa dan sivitas akademika ini menghadirkan Dr. Azila Azmi, akademisi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.

Seminar dibuka oleh Ketua Program Studi Manajemen Dakwah, Dr. Dedy Susanto, S.Sos.I., M.S.I. Ia menilai kehadiran akademisi Malaysia memperkaya wawasan mahasiswa soal industri pariwisata yang terus bergerak.

Peta Daya Saing Wisata Halal Indonesia

Laporan Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index 2026 menempatkan Malaysia di peringkat pertama destinasi ramah Muslim dunia. Indonesia menyusul di posisi kedua bersama Arab Saudi dan Türkiye.

Posisi itu bukan jaminan. Menurut Dr. Azila, daya saing pariwisata halal ditentukan kualitas pelayanan, tata kelola destinasi, dan penguatan nilai keislaman yang konsisten.

Wisata Halal Bukan Sekadar Makanan dan Musala

Dr. Azila meminta mahasiswa melihat wisata halal lebih luas dari penyediaan makanan halal dan fasilitas ibadah. Keselamatan wisatawan, mutu layanan, dan kenyamanan sepanjang perjalanan masuk dalam paket pengelolaan destinasi.

Ia merujuk prinsip hifz an-nafs atau perlindungan jiwa sebagai landasan tata kelola pariwisata yang bertanggung jawab. Jaminan kualitas dan sertifikasi halal disebutnya kunci membangun kepercayaan wisatawan Muslim.

Di Indonesia, urusan jaminan produk halal dijalankan melalui mekanisme pemerintah, antara lain oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Informasi produk dan layanan halal yang jelas dan tepercaya menjadi syarat pengalaman wisata yang bermutu.

Empat Peran Teknologi di Wisata Religi

Pemanfaatan kecerdasan buatan dan teknologi digital juga masuk pembahasan. Dr. Azila menegaskan teknologi tidak semestinya berhenti pada transaksi ekonomi dan promosi.

Ia memaparkan empat fungsi teknologi dalam pengembangan wisata religi:

  • Educate — memperkenalkan sejarah dan warisan budaya Islam kepada masyarakat luas.
  • Interpret — membantu wisatawan memahami makna sejarah dan nilai spiritual situs keagamaan.
  • Guide — memberi panduan agar pengunjung menjaga etika dan menghormati tempat yang dikunjungi.
  • Connect — menghubungkan wisatawan dengan komunitas lokal lewat interaksi inklusif dan saling menghargai.

Pendekatan itu membuka ruang dakwah yang lebih kontekstual melalui pengelolaan destinasi dan komunikasi nilai Islam ke masyarakat luas.

Bekal Karier bagi Mahasiswa Manajemen Dakwah

Dr. Azila membuka pemaparan dengan mengajak peserta merefleksikan kesiapan karier. Mahasiswa didorong menetapkan target terukur dan membangun kompetensi profesional sejak bangku kuliah.

Sesi diskusi dan tanya jawab menutup rangkaian acara. Sekretaris Jurusan Manajemen Dakwah sekaligus moderator, Lukmanul Hakim, M.Sc., menekankan penyelarasan pemahaman dan penguasaan teknologi digital untuk menyongsong perkembangan pariwisata Islam.

Bagi traveler Muslim yang merencanakan perjalanan, tren ini berdampak langsung pada makin banyaknya destinasi yang menawarkan layanan ramah Muslim. Informasi tarif, jadwal, dan fasilitas tiap destinasi sebaiknya dikonfirmasi lewat dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: walisongo.ac.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks