Pencarian

Valuasi Saham RI Terancam Turun ke Level Krisis 1998, Danantara-Dana Pensiun Jadi Penopang

Selasa, 27 Oktober 2026 • 10:53:31 WIB
Valuasi Saham RI Terancam Turun ke Level Krisis 1998, Danantara-Dana Pensiun Jadi Penopang
Pasar saham Indonesia diperdagangkan pada P/E 8,4 kali dan P/BV 1,3 kali per penutupan 22 Oktober 2026.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Trimegah Sekuritas memperkirakan valuasi saham Indonesia bisa merosot ke P/E 6,4-6,8 kali jika investor asing memperluas tekanan jual akibat risiko reklasifikasi pasar oleh MSCI. Posisi itu mendekati level terakhir yang terlihat setelah krisis keuangan Asia 1997-1998, dengan dana pensiun dan Danantara sebagai penopang utama.

Pasar saham Indonesia diperdagangkan pada rasio price to earnings (P/E) 8,4 kali berdasarkan proyeksi laba 2026 pada penutupan 22 Oktober 2026. Rasio price to book value (P/BV) saat itu tercatat 1,3 kali dengan imbal hasil dividen 8,6 persen. Angka-angka itu menjadi titik berangkat bagi Trimegah Sekuritas menakar seberapa dalam koreksi yang mungkin terjadi.

Dalam riset yang terbit 25 Oktober 2026, analis Trimegah Sekuritas Aldo Perkasa dan Alberto Jonas Kusuma menyoroti tekanan jual asing sebagai pemicu utama. Pemicunya adalah risiko perubahan klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI, yang bisa membuat sebagian investor global menyesuaikan bobot portofolio mereka di pasar domestik.

Seberapa Dalam Koreksi yang Diperkirakan

Trimegah menyusun skenario yang dinilai masuk akal: penjualan saham oleh investor asing meluas hingga mencakup 20-40 persen dari kepemilikan asing di luar konstituen MSCI. Dalam kondisi itu, valuasi pasar berpotensi turun ke P/E 6,4-6,8 kali dan P/BV 0,99-1,05 kali.

Level tersebut bukan wilayah yang asing bagi pasar Indonesia. Valuasi sebesar itu terakhir kali terlihat setelah krisis keuangan Asia 1997-1998, periode ketika kepercayaan investor terhadap emerging market runtuh dan aliran modal asing mengering.

Yang membedakan situasi sekarang adalah komposisi kepemilikan. Riset Trimegah menempatkan investor domestik, termasuk dana pensiun dan Danantara, sebagai faktor yang menentukan seberapa dalam pasar terkoreksi. Kemampuan mereka menyerap aksi jual asing menjadi semacam bantalan di tengah gelombang tekanan.

Mengapa Danantara dan Dana Pensiun Jadi Kunci

Dana pensiun mengelola simpanan jangka panjang pekerja, sementara Danantara berperan sebagai pengelola investasi negara. Keduanya memiliki horizon investasi yang panjang dan tidak terikat kebutuhan likuiditas jangka pendek seperti investor asing.

Ketika investor global ramai-ramai melepas saham, keberadaan pemodal domestik berhorizon panjang bisa memperlambat laju penurunan harga. Pasar tidak serta-merta kehilangan pembeli di saat tekanan jual memuncak.

Namun kapasitas keduanya tidak tak terbatas. Skala kepemilikan asing yang dilepas, menurut skenario Trimegah, bisa mencapai 20-40 persen dari porsi di luar konstituen MSCI. Semakin besar porsi yang dilepas, semakin besar pula beban yang harus ditanggung investor domestik.

Apa yang Dipertaruhkan

Risiko reklasifikasi oleh MSCI menjadi pemicu yang perlu dicermati pelaku pasar. Perubahan status pasar memengaruhi cara investor global memandang dan mengalokasikan dana ke Indonesia, termasuk di indeks acuan mereka.

Bagi emiten, valuasi yang tertekan membuat biaya modal naik dan ruang ekspansi menyempit. Bagi investor ritel, penurunan P/E dan P/BV bisa dibaca sebagai peluang masuk, tetapi juga sinyal bahwa risiko masih terbuka lebar.

Trimegah menegaskan skenario penurunan itu bersifat kondisional, bukan proyeksi pasti. Syaratnya jelas: tekanan jual asing harus meluas hingga skala yang disebut dalam riset. Selama aliran keluar belum mencapai level itu, valuasi pasar masih punya ruang bertahan di sekitar posisi sekarang.

Pertaruhannya kini terletak pada ketahanan pemodal domestik. Jika dana pensiun dan Danantara mampu menyerap tekanan, koreksi bisa tertahan di level moderat. Jika tidak, pasar Indonesia berpotensi kembali menyentuh valuasi yang terakhir terlihat hampir tiga dekade lalu.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks