BELITUNG TIMUR — Kegiatan Subuh Keliling yang digelar Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Murry Mirranda di Masjid Jami' Al-Falaah, Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, turut diikuti Kapolsek Kelapa Kampit Iptu Jon Rudol Manungkalit bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jemaah Shalat Subuh setempat. Kehadiran jajaran kepolisian di masjid kampung itu menjadi bagian dari rangkaian Program 100 Hari Kerja Kapolri.
Murry menyebut Subuh Keliling sebagai cara Polri hadir langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang harmonis bersama warga.
"Subuh Keliling ini adalah langkah nyata Polri untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Disamping mendukung Program 100 Hari Kerja Kapolri, momentum ini kami manfaatkan untuk mempererat silaturahmi serta membangun komunikasi yang harmonis bersama warga," ujarnya.
Warga Diminta Aktif Jaga Kamtibmas di Lingkungan Masing-Masing
Jenderal bintang satu itu mengajak seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Menurut Murry, pemeliharaan kamtibmas yang kondusif tidak bisa dibebankan hanya kepada kepolisian.
Peran aktif seluruh lapisan masyarakat dinilai menjadi kunci. Tanpa keterlibatan warga, upaya menjaga ketertiban di tingkat desa dan kecamatan akan sulit berjalan maksimal.
Perundungan hingga Narkoba Jadi Sorotan dalam Ceramah Subuh
Dalam penyampaiannya, Wakapolda menyoroti sejumlah isu krusial yang perlu menjadi perhatian bersama. Ia meminta masyarakat senantiasa waspada terhadap bahaya perundungan atau bullying, isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan warga, serta peredaran gelap narkoba.
"Apabila melihat atau menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar, khususnya terkait peredaran narkoba maupun gangguan kamtibmas lainnya, kami imbau masyarakat untuk segera melaporkannya kepada pihak berwenang," tuturnya.
Orang tua juga diminta memperketat pengawasan terhadap pergaulan anak-anak. Langkah itu dinilai penting agar generasi muda tidak terjerumus dalam perbuatan yang melanggar hukum maupun norma agama.
Tokoh Agama dan Jemaah Diminta Jadi Mitra Polri Sebar Pesan Kamtibmas
Murry mengajak para jemaah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat menjadi mitra utama Polri dalam menyebarkan pesan-pesan kamtibmas. Kolaborasi itu diharapkan mengantisipasi dan mencegah potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat.
"Kami dari kepolisian mengajak para jemaah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat untuk menjadi mitra utama Polri dalam menyebarkan pesan-pesan kamtibmas guna mengantisipasi dan mencegah potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat," pungkasnya.