KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — The Gotham Group dan Toonstar resmi menjalin kemitraan untuk memproduksi hingga 12 serial animasi orisinal baru bagi penonton anak-anak. Kesepakatan itu mencakup pengembangan, produksi, hingga distribusi lewat platform direct-to-audience, dengan WME mewakili kedua belah pihak dalam transaksi tersebut. Langkah ini memperluas jaringan mitra pengembangan Toonstar yang sebelumnya sudah mencakup Fox Entertainment hingga Penguin Random House.
Kemitraan Gotham Group dan Toonstar menargetkan kualitas animasi sekaligus hiburan keluarga yang bisa langsung dinikmati audiens tanpa perantara studio besar. Toonstar sendiri dikenal sebagai studio animasi berbasis teknologi yang membangun waralaba hiburan digital-first dengan pendekatan kreator sebagai pusat produksi.
Studio yang berbasis di Los Angeles itu didirikan oleh John Attanasio dan Luisa Huang, dua nama yang sebelumnya berkarier di Disney, Warner Bros., dan DreamWorks. Dalam transaksi ini, WME mewakili Gotham Group dan Toonstar, sementara firma hukum Hansen Jacobson menjadi penasihat hukum Toonstar.
Siapa di Balik Toonstar
Toonstar memposisikan diri sebagai studio yang memproduksi dan mendistribusikan serial digital-first yang dipimpin kreator. Deretan investor mereka cukup beragam, mulai dari Founders Fund, Greycroft, Snap, hingga GFR.
Jaringan mitra pengembangan Toonstar sebelumnya sudah mencakup Fox Entertainment, HarperCollins, dan Penguin Random House. Kemitraan dengan Gotham Group menambah satu lagi kolaborasi strategis di sisi produksi animasi.
Alasan Goldsmith-Vein Memilih Toonstar
Pendiri sekaligus CEO The Gotham Group, Ellen Goldsmith-Vein, menyebut kecocokan visi sebagai dasar kerja sama. Menurutnya, Attanasio dan Huang adalah kreator sejati yang memahami cara memproduksi untuk audiens digital-first.
"When I first started talking with John and Luisa, we connected immediately," ujar Goldsmith-Vein. "They're creatives first. They love animation, they have great creative instincts and they understand how to produce for a digital-first audience. That's where the opportunity is right now, and it's why creators need new ways to reach audiences."
Dari sisi Toonstar, John Attanasio menilai Gotham Group punya rekam jejak panjang dalam menemukan dan mendukung talenta animasi. Kolaborasi ini diharapkan membantu para kreator membangun waralaba anak generasi berikutnya langsung bersama audiensnya.
"Ellen and Gotham have spent three decades finding and championing incredible animation talent and IP," kata Attanasio. "Together, we can help those artists and storytellers create the next generation of beloved kids' franchises directly with audiences."
Produksi Cepat dengan Dukungan Analitik
Kepala Emerging Technologies The Gotham Group, Matt Shichtman, menyoroti sisi teknis kemitraan ini. Menurutnya, kreator animasi kini bisa memproduksi dengan kecepatan dan skala yang dulu hanya dimiliki studio besar.
"Animation creators can now produce at a pace and scale once limited to the largest studios, with distribution support and analytics that help them understand and respond quickly to audience preferences," ujar Shichtman dalam pernyataannya.
Dukungan distribusi dan analitik itu menjadi pembeda dari model produksi animasi konvensional. Kreator bisa membaca preferensi penonton lebih cepat dan menyesuaikan konten tanpa menunggu siklus produksi panjang.
Posisi di Pasar Animasi Global
Kesepakatan ini memperkuat tren studio animasi kecil yang membangun jalur distribusi sendiri, alih-alih bergantung pada satu platform besar. Model direct-to-audience memungkinkan kontrol lebih besar atas hak cipta dan data penonton.
Bagi Gotham Group, langkah ini memperluas portofolio mereka dari manajemen talenta dan produksi ke wilayah yang lebih teknis. Sementara bagi Toonstar, kemitraan ini menambah kredibilitas di mata investor dan kreator yang ingin membangun franchise anak.
Belum ada informasi soal judul, jadwal rilis, atau platform spesifik untuk keduabelas serial animasi tersebut. Detail proyek diperkirakan menyusul seiring proses pengembangan berjalan.