WhatsApp mengakui pemblokiran massal sejumlah akun pengguna di Indonesia terjadi akibat kesalahan sistem dalam mendeteksi aktivitas yang melanggar ketentuan layanan. Kepala Kebijakan WhatsApp untuk Asia Pasifik, Esther Samboh, menyebut kesalahan itu langsung dimitigasi dan akses banyak akun telah dikembalikan. Perusahaan memastikan masalah ini bersifat global dan tidak menargetkan pengguna Indonesia secara khusus.
JAKARTA — Ratusan pengguna WhatsApp di Indonesia yang akunnya mendadak terblokir dalam beberapa hari terakhir akhirnya mendapat penjelasan resmi. WhatsApp memastikan pemblokiran itu murni kesalahan sistem, bukan karena pelanggaran yang dilakukan pengguna.
Kesalahan terjadi ketika sistem otomatis perusahaan mendeteksi aktivitas yang dinilai menyerupai spam atau melanggar ketentuan layanan. Padahal, sebagian akun yang terkena blokir tidak melakukan pelanggaran apa pun.
Kesalahan Deteksi Sistem, Bukan Akun Melanggar Aturan
Esther Samboh menjelaskan, WhatsApp menggunakan sejumlah sinyal dari perilaku pengguna untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan. Sinyal-sinyal inilah yang keliru membaca beberapa akun sebagai pelanggar.
"Ini memang kesalahan sistem yang langsung kami mitigasi," ujar Esther di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Jakarta, Rabu (19/2/2025).
Tim WhatsApp disebut langsung bergerak setelah mengetahui terjadinya kesalahan tersebut. Akses ke banyak akun yang sebelumnya terblokir sudah dikembalikan secara bertahap.
Bukan Target Khusus Pengguna Indonesia
Perusahaan menegaskan bahwa pemblokiran ini tidak ada kaitannya dengan upaya menargetkan pengguna di Indonesia. Kejadian serupa juga dialami pengguna WhatsApp di negara lain.
"Hal ini terjadi secara global. Jadi tidak ada upaya secara terkoordinasi untuk Indonesia," tegas Esther.
Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi di masyarakat yang mengaitkan pemblokiran massal dengan aktivitas politik atau penyebaran informasi tertentu di dalam negeri.
Akun Masih Terblokir? Begini Cara Banding
Bagi pengguna yang akunnya belum kembali normal, WhatsApp menyediakan mekanisme pengajuan banding langsung melalui aplikasi. Pengguna tinggal mengikuti instruksi yang muncul di layar saat mencoba membuka aplikasi.
Setiap pengajuan banding dijanjikan akan ditinjau oleh tim WhatsApp dalam waktu kurang dari 24 jam. Proses remediasi diharapkan berjalan lebih lancar setelah pembaruan sistem dilakukan.
"Semoga nanti setelah adanya update ini bisa dilakukan proses remediasi yang lebih lancar oleh pengguna yang terdampak," kata Esther.
WhatsApp Janji Perbaiki Sistem agar Tak Terulang
Pihak perusahaan mengaku terus mengevaluasi dan memperbarui sistem deteksinya. Langkah ini untuk mencegah kejadian serupa menimpa pengguna lain di masa mendatang.
"Sesudah kejadian itu terjadi secara cepat tim kami langsung melakukan mitigasi dan secara substantif sudah berhasil dimitigasi dari kejadian-kejadian yang kemarin terjadi," ujar Esther.
WhatsApp juga menegaskan komitmennya untuk terus berupaya mencegah aktivitas yang melanggar ketentuan layanan, namun tetap melindungi pengguna asli yang tidak bersalah.