TANJUNG PANDAN — Semangat kemerdekaan di Panti Lansia Muhammadiyah Al Maa’uun, Kabupaten Belitung, tahun ini dimaknai berbeda. Bukan sekadar upacara atau lomba, melainkan kehadiran YBM PLN UIW Bangka Belitung yang membawa paket kebutuhan pokok, nutrisi kesehatan, hingga perlengkapan harian bagi belasan penghuni panti yang telah berdiri sejak 2007 itu.
Puluhan lansia dengan rentang usia 65 hingga 75 tahun itu menerima santunan di tengah keberagaman yang jarang ditemukan di tempat lain. Mereka berasal dari keyakinan Islam, Buddha, Katolik, dan Kristen, namun hidup berdampingan dalam satu atap tanpa sekat.
Kemerdekaan dari Rasa Sepi di Usia Senja
General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Ira Savitri, mengatakan kehadiran jajarannya adalah wujud nyata kepedulian pegawai yang disalurkan lewat dana zakat dan infak. Ia menegaskan makna kemerdekaan tidak berhenti pada proklamasi, tetapi juga membebaskan para lansia dari kesepian dan keterbatasan.
"Hari Kemerdekaan adalah momentum kita bersama untuk merenungkan arti pengorbanan dan kepedulian. Di usia senja mereka, kehangatan, perhatian, dan kasih sayang adalah bentuk kemerdekaan yang patut mereka nikmati," ujar Ira Savitri di Tanjung Pandan.
Ia menambahkan, keberagaman latar belakang para penghuni panti menjadi cermin toleransi yang sesungguhnya di tengah masyarakat.
Para Srikandi PLN Turun Tangan, Dengarkan Kisah Masa Lalu
Dalam kegiatan tersebut, para pegawai perempuan PLN atau Srikandi tidak hanya menyerahkan bantuan secara simbolis. Mereka berinteraksi langsung, duduk bersama, mendengarkan cerita masa lalu, dan menemani para lansia berbincang ringan.
Interaksi personal ini dinilai menjadi suntikan moril yang tidak ternilai bagi penghuni panti yang sebagian besar jarang dikunjungi keluarga.
Apresiasi Pengurus Panti: Bantuan Meringankan Operasional
Pimpinan Yayasan Panti Lansia Al Maa’uun, Faruq, menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan keluarga besar PLN di momen kemerdekaan. Menurutnya, bantuan yang diberikan sangat berarti untuk menopang kebutuhan operasional harian panti.
"PLN memang rutin memberikan bantuan kepada kami. Lebih dari itu, kehadiran Bapak dan Ibu sekalian membawa energi kebahagiaan yang luar biasa bagi kakek dan nenek di sini. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan dan kelancaran tugas insan PLN dalam menerangi negeri," ungkap Faruq.
Melalui kegiatan ini, YBM PLN UIW Bangka Belitung berharap semangat gotong royong terus tumbuh. Kehadiran PLN diharapkan tidak hanya menghadirkan terang melalui aliran listrik, tetapi juga menyalakan pelita harapan di hati warga yang membutuhkan.