KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Ketua Komisi III DPR RI itu menegaskan bahwa mantan pejabat pemerintahan semestinya memberi ruang bagi pejabat aktif untuk bekerja tanpa intervensi publik. Ia mencontohkan praktik di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, di mana mantan presiden jarang mengkritik presiden petahana secara terbuka. "Pak Dino ya, beliau itu kan walaupun cuma tiga bulan jadi Wamenlu, tetap kan mantan pejabat Kemenlu. Menurut saya, ada etika di kalangan orang yang pernah menjabat, artinya memberikan kesempatan kepada orang yang saat ini menjabat untuk bekerja," ujar Habiburokhman.
Perbandingan dengan Etika Politik di Indonesia dan AS
Habiburokhman membandingkan sikap Dino dengan para pendahulunya di Komisi III DPR. "Yang namanya Pak Bambang Pacul, Pak Herman Hery, Pak Benny K. Harman, Pak Trimedya Panjaitan, setahu saya nggak pernah menyerang saya secara terbuka seperti yang dilakukan oleh Dino," katanya. Ia juga merujuk pada mantan Presiden AS George W. Bush yang tidak pernah mengkritik Barack Obama secara terbuka. Menurutnya, model komunikasi seperti yang dilakukan Dino kurang pas dan bisa memicu perbandingan yang tidak sehat di publik.
Kekhawatiran Terhadap Perbandingan Kinerja
Legislator dari Dapil DKI Jakarta itu mengingatkan Dino agar tidak memancing amarah publik yang berujung pada perbandingan kinerja antara pejabat lama dan baru. "Jangan memancing publik untuk membanding-bandingkan, kan susah kalau dibanding-bandingkan. Nanti dulu ditanya zamannya Pak Dino sehebat apa sih? Kok sekarang menjadi orang yang sok paling Kemlu gitu lho," ucapnya. Habiburokhman menekankan bahwa masa jabatan adalah momentum untuk menunjukkan kemampuan terbaik, bukan untuk mengomentari kinerja pejabat lain.
Kritik Balik soal Cara Menyampaikan Pendapat
Habiburokhman juga mengkritik gaya penyampaian Dino yang dinilainya kurang elegan. Ia membedakan kritik dari mantan pejabat dengan kritik dari elemen masyarakat sipil. "Ini dapat dibedakan misalnya dengan teman-teman LSM mengkritik, ya silakan ya. Tapi kalau seorang mantan Wamenlu tiga bulan ya kan ya, menyampaikan kritikan ya hendaknya apa namanya lebih elegan gitu," katanya. Ia khawatir saran Dino justru didefinisikan sebagai serangan politik membabi buta atau olok-olok politik.
Menanggapi kemungkinan adanya pembelaan dari Dino, Habiburokhman menyerahkan sepenuhnya kepada yang bersangkutan. "Saya pikir nggak ada istimewanya juga Pak Dino ya. Semua orang sama, warga negara ya. Yang mau mengkritik silakan ya, apakah terbuka atau tertutup," pungkasnya. Sebelumnya, Dino Patti Djalal menyarankan Presiden Prabowo untuk mengurangi frekuensi kunjungan luar negeri dan lebih fokus pada persoalan domestik.