PANGKALPINANG — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi, di hadapan ribuan peserta upacara. Dalam amanat tersebut, ditegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan juga fondasi moral dan perekat sosial di tengah keberagaman.
“Pancasila adalah jiwa bangsa Indonesia. Nilai-nilai luhurnya harus terus dirawat dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh para abdi negara,” ujar Gubernur Hidayat Arsani saat membacakan amanat tersebut.
ASN dan PPPK Jadi Garda Terdepan Pengamalan Pancasila
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Babel, Fery Afriyanto, turut hadir bersama para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov. Kehadiran mereka menandai komitmen birokrasi untuk menjadi teladan dalam menjaga persatuan.
Gubernur Hidayat menekankan bahwa ASN dan PPPK memiliki peran strategis sebagai perekat bangsa. Mereka adalah ujung tombak pelayanan publik yang langsung berhadapan dengan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Tema 2026: Pancasila Fondasi Perdamaian Dunia
Tema peringatan tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, dipilih untuk menegaskan relevansi Pancasila di kancah global. BPIP RI menilai nilai-nilai gotong royong dan musyawarah dalam Pancasila bisa menjadi solusi atas konflik global saat ini.
Upacara berlangsung sederhana namun khidmat. Para peserta mengenakan pakaian adat dan seragam dinas, mencerminkan keberagaman budaya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Gubernur berharap semangat Hari Lahir Pancasila tidak berhenti pada seremoni belaka. “Implementasi nilai-nilai Pancasila harus terlihat dalam kebijakan dan pelayanan publik yang adil,” pungkasnya.