PANGKALPINANG — Sejarawan sekaligus budayawan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dato' Akhmad Elvian, DPMP, CECH, menilai perayaan Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang belum menyentuh kepentingan masyarakat secara langsung. Menurut dia, upacara bendera dan rapat paripurna DPRD memang kewajiban yang diatur dalam Peraturan Daerah tentang Hari Jadi, tetapi peraturan yang sama juga mengamanatkan kegiatan lain.
Elvian menyoroti dua jenis kegiatan yang seharusnya menyertai peringatan hari jadi, yakni seminar pengembangan ilmu pengetahuan untuk masa depan kota dan kegiatan sosial-ekonomi yang berdampak langsung bagi warga Pangkalpinang.
Menurut Elvian, penyelenggaraan HUT Pangkalpinang tahun ini hanya terbatas pada upacara dan sidang di DPRD. Kegiatan lain yang seharusnya menjadi bagian dari amanat Perda hampir tidak terlihat.
"Hal semacam ini yang saya lihat semakin berkurang saat ini. Perayaan HUT Pangkalpinang kali ini hanya terbatas pada upacara dan sidang di DPR saja, sedangkan kegiatan lainnya hampir tidak ada," ungkap Elvian.
Ia menegaskan bahwa Hari Jadi Kota Pangkalpinang bukan milik pemerintah semata. Peringatan hari jadi, kata dia, adalah milik seluruh masyarakat Pangkalpinang yang seharusnya merasakan manfaatnya.
Elvian menjelaskan bahwa Peraturan Daerah tentang Hari Jadi tidak hanya mengatur soal kewajiban upacara dan rapat paripurna. Regulasi itu juga mencantumkan amanat penyelenggaraan seminar pengembangan ilmu pengetahuan serta kegiatan sosial-ekonomi.
Dua jenis kegiatan itu dinilai penting karena bersinggungan langsung dengan kebutuhan warga, mulai dari penguatan kapasitas ilmu pengetahuan hingga dampak ekonomi bagi masyarakat kota.
Elvian menyebut kegiatan semacam itu justru semakin jarang dijumpai dalam peringatan hari jadi kota belakangan ini.
Catatan Elvian menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara peringatan Hari Jadi Pangkalpinang ke depan. Sebagai sejarawan dan budayawan daerah, ia menilai peringatan hari jadi sebaiknya tidak berhenti pada seremonial.
Pemerintah Kota Pangkalpinang dan DPRD belum memberikan tanggapan atas kritik tersebut dalam bahan yang tersedia. Rangkaian peringatan HUT ke-269 Kota Pangkalpinang sendiri telah berlangsung dengan upacara bendera dan rapat paripurna sebagai agenda utama.