Review Toyota bZ4X Touring: SUV Listrik AWD yang Berani Melibas Off-Road

Penulis: Hendrizal Satria  •  Kamis, 17 September 2026 | 15:53:01 WIB

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Toyota bZ4X Touring membuktikan mobil listrik tidak melulu soal jalan aspal mulus, berkat sistem AWD dan mode off-road yang diadaptasi dari Land Cruiser. Dengan baterai 74,69 kWh, jarak tempuh 487 km, dan akselerasi 0-100 km/jam dalam 4 detik, SUV listrik ini diposisikan untuk petualangan. Tapi apakah sensasi off-road-nya benar-benar meyakinkan?

Dalam sesi uji coba di jalur off-road, Toyota bZ4X Touring harus berhadapan dengan tanjakan terjal dan turunan curam. Karakter SUV-nya diuji langsung, bukan sekadar klaim brosur. Model ini menambah jajaran kendaraan elektrifikasi Toyota dengan pendekatan berbeda: menggabungkan desain touring dengan kemampuan medan menantang.

Dimensi dan Postur: Lebih Panjang dari Versi Standar

Toyota bZ4X Touring memiliki panjang 4.830 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.675 mm. Overhang belakangnya lebih panjang 140 mm dibanding versi standar, memberi ruang tambahan di bagasi.

Ground clearance 216 mm menjadi modal utama untuk melibas medan menantang. Angle of approach 17,3 derajat dan angle of departure 21,1 derajat memastikan mobil bisa melewati obstacle tanpa risiko menyentuh tanah.

Sistem AWD dan Tenaga Dua Motor Listrik

Penggerak All Wheel Drive (AWD) menjadi jantung kemampuan off-road bZ4X Touring. Dua motor listrik di as roda depan dan belakang memastikan distribusi tenaga dan torsi ke semua roda.

Menggunakan sistem eAxle, setiap motor listrik (2XM) menghasilkan tenaga 167 kW dan torsi 268,6 Nm. Total tenaga sistem mencapai 280 kW. Dari sisi akselerasi, mobil ini bisa melaju dari 0-100 km/jam hanya dalam 4 detik.

Baterai dan Pengisian Daya: 487 Km dari Baterai Penuh

Baterai lithium-ion berkapasitas 74,69 kWh diklaim mampu menempuh jarak sekitar 487 km sejak baterai penuh. Angka ini tentu tergantung kondisi jalan dan gaya berkendara.

Untuk pengisian daya, DC charging maksimal 150 kW hanya butuh waktu sekitar 28 menit. Sementara pengisian AC 22 kW membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam.

Mode Off-Road: Adaptasi dari Land Cruiser

Fitur Offroad Capability Drive Mode diadaptasi dari Multi Terrain Select milik Land Cruiser. Ada dua pilihan mode utama:

  • SNOW/DIRT — menjaga traksi dan stabilitas kendaraan di jalan licin atau tidak rata
  • DEEP SNOW/MUD — memungkinkan ban sedikit selip agar kendaraan tetap bergerak di permukaan lunak

Fitur Grip Control membantu mengatur akselerasi dan pengereman pada setiap roda. Pengemudi bisa memilih kecepatan 2, 4, 6, 8, atau 10 km/jam. Fitur ini diadaptasi dari CRAWL pada Land Cruiser yang sudah teruji.

Sensasi di Jalur Off-Road: Grip Control dan DAC Jadi Andalan

Saat bertemu tanjakan terjal atau turunan curam, Grip Control menahan kecepatan kendaraan sesuai pengaturan. Mobil sanggup mendaki dengan baik atau bergerak turun dengan stabil.

Fitur DAC (Downhill Assist Control) menambah rasa percaya diri pengemudi di medan sulit. Pengemudi tetap memegang kendali penuh selama sesi test drive.

Postur ala SUV membuat penumpang di jok belakang duduk nyaman dan lebih banyak barang masuk ke bagasi. Di track overland, bZ4X Touring tidak menemui kendala dan terasa fun to drive.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Range 487 km adalah klaim pabrikan — kondisi off-road berat biasanya menurunkan efisiensi baterai secara signifikan
  • Angle of approach 17,3 derajat tergolong moderat untuk SUV off-road; kompetitor bensin di kelasnya ada yang menawarkan lebih
  • Belum ada informasi harga resmi untuk pasar Indonesia
  • Pengisian AC 22 kW selama 3,5 jam tergolong lama jika dibandingkan kompetitor yang sudah menawarkan AC charging lebih cepat

Kelebihan

  • Sistem AWD dengan dua motor listrik menghasilkan total 280 kW
  • Fitur off-road diadaptasi dari Land Cruiser (Multi Terrain Select dan CRAWL)
  • Ground clearance 216 mm dan angle of departure 21,1 derajat
  • Akselerasi 0-100 km/jam dalam 4 detik
  • DC charging 150 kW hanya 28 menit

Verdict

Toyota bZ4X Touring menawarkan pendekatan berbeda di segmen SUV listrik. Kemampuan off-road-nya bukan sekadar gimmick — mode SNOW/DIRT dan DEEP SNOW/MUD yang diadaptasi dari Land Cruiser memberi kepercayaan diri di medan sulit.

Cocok untuk pengguna yang butuh SUV listrik dengan kemampuan AWD dan sesekali menjelajah jalur off-road ringan sampai menengah. Kurang cocok untuk yang mencari kemampuan rock crawling ekstrem atau pengisian daya AC cepat.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: suara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top