KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Samsung Galaxy A18 4G resmi muncul di situs resmi Samsung Eropa dengan chipset Exynos 1610 yang belum pernah dipakai di HP Samsung lain. Ponsel ini mengandalkan layar Super AMOLED 6,7 inci 90 Hz, baterai 5.000 mAh, dan kamera utama 50 MP. Samsung Indonesia belum mengumumkan rencana peluncurannya di pasar lokal.
Samsung Galaxy A18 4G diumumkan lewat situs resmi Samsung di sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis, Norwegia, dan Swedia. Kemunculannya tanpa gembar-gembor acara peluncuran, tapi spesifikasinya sudah terpampang lengkap di halaman produk.
Yang paling jadi perhatian adalah chipset Exynos 1610. Ini pertama kalinya Samsung memakai chip tersebut di jajaran ponselnya, dan namanya belum pernah muncul di perangkat lain.
Chipset Exynos 1610 sudah muncul lebih dulu di database Geekbench sebelum ponsel ini diumumkan. Di sana terungkap skor 966 poin untuk single-core dan 2.421 poin untuk multi-core.
Konfigurasi CPU-nya disebut mirip dengan Exynos 1280 dan Exynos 1330. Artinya, Exynos 1610 kemungkinan menyasar kelas menengah, bukan segmen flagship.
Galaxy A18 4G menjalankan One UI 9 berbasis Android 17. Samsung menjanjikan update OS selama 6 tahun, dengan security patch berlanjut sampai Oktober 2032.
Komitmen sepanjang itu masih jarang di kelas harga menengah. Buat pengguna yang ogah ganti HP tiap dua tahun, ini nilai tambah yang nyata.
Di sektor foto, ada kamera utama 50 MP yang ditemani ultrawide 5 MP dan makro 2 MP. Kamera depan 13 MP duduk di notch layar untuk kebutuhan selfie dan video call.
Bodinya setebal 7,7 mm dengan bobot 196 gram. Rating IP64 menandakan ponsel tahan cipratan air dan debu, meski bukan untuk direndam.
Samsung belum mencantumkan harga resmi Galaxy A18 4G di halaman produk Eropa tersebut. Begitu pula ketersediaan di Indonesia, belum ada pengumuman dari Samsung Indonesia.
Kalau mengacu pola peluncuran seri A sebelumnya, versi 4G biasanya menyasar pembeli yang butuh ponsel harian dengan baterai besar dan layar lega.
Kehadiran Exynos 1610 membuat Galaxy A18 4G jadi semacam ajang uji coba chip baru Samsung. Performanya diprediksi berada di rentang menengah, sejajar Exynos 1280 dan 1330.
Dengan layar AMOLED 90 Hz dan baterai 5.000 mAh, ponsel ini lebih pas untuk pengguna yang prioritas pada konsumsi konten dan daya tahan, bukan gaming berat.
Yang masih jadi tanda tanya, apakah Samsung Indonesia akan memboyong perangkat ini. Pengguna Tanah Air baru bisa menunggu kabar resmi soal tanggal rilis dan banderolnya.