PANGKALPINANG — Sosialisasi MediaMIND 2026 di Graha Timah diikuti jurnalis dari berbagai media di Bangka Belitung serta mahasiswa. Tiga narasumber dihadirkan: Division Head of CSR PT TIMAH (Persero) Tbk Rahmat Taufik, Corporate Communication MIND ID M. Richard, dan jurnalis ANTARA Yusuf Dzul Ikram.
MediaMIND diposisikan sebagai ruang kolaborasi bagi jurnalis, akademisi, pengamat, dan masyarakat. Tujuannya menghadirkan perspektif, analisis, serta cerita inspiratif soal pengelolaan mineral Indonesia.
Tema besar MediaMIND 2026 adalah "Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri". Peserta diajak menggali cerita tentang pengelolaan kekayaan mineral yang bertanggung jawab untuk memperkuat industri nasional, mendukung transisi energi, menciptakan nilai tambah lewat hilirisasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kompetisi mengangkat enam subtema:
Dalam sesi pemaparan, narasumber membahas sejumlah isu strategis industri pertambangan. Mulai dari kinerja perusahaan, kontribusi industri ekstraktif terhadap perekonomian, program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), hilirisasi, hingga pengelolaan lingkungan.
Peluang mengangkat isu-isu tersebut menjadi karya jurnalistik juga menjadi bahasan dalam sosialisasi ini.
Corporate Communication MIND ID M. Richard menyebut industri pertambangan kini memasuki babak baru. Hilirisasi disebutnya sebagai salah satu bagian penting dalam peta jalan industri pertambangan Indonesia.
Pengelolaan mineral, kata dia, tidak cukup berhenti pada kegiatan penambangan. Perlu dilanjutkan hingga menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
"Babak baru yang kita bangun adalah hilirisasi yang terintegrasi. Pengembangan industri hilir juga menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk meningkatkan nilai ekonomi sumber daya alam sekaligus membangun kemampuan teknologi dan industri nasional," katanya.
Selain hilirisasi, peserta sosialisasi mendapat gambaran soal kontribusi industri ekstraktif terhadap perekonomian daerah dan nasional. Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dijalankan perusahaan juga menjadi bagian paparan.
Aspek pengelolaan lingkungan masuk dalam salah satu subtema kompetisi, yakni ESG & Green Mining. Subtema ini memberi ruang bagi peserta untuk menelusuri praktik pertambangan yang memperhatikan keberlanjutan.
Bagi jurnalis dan mahasiswa Bangka Belitung, MediaMIND 2026 menjadi kanal untuk mengangkat cerita lokal seputar pengelolaan mineral. Termasuk bagaimana nilai tambah dari hilirisasi dirasakan masyarakat di daerah penghasil timah.