Tim Gabungan di Bangka Barat Padamkan Karhutla Tiga Hektare di Desa Airbulin, Api Muncul dari Dua Titik

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Selasa, 08 September 2026 | 21:14:31 WIB
Tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan seluas tiga hektare di Desa Airbulin, Bangka Barat, Senin (7/9).

Tim gabungan di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas tiga hektare di Desa Airbulin, Kecamatan Kelapa. Api yang muncul di dua titik tersebut berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan bangunan.

MENTOK — Kebakaran hutan dan lahan di Desa Airbulin, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, akhirnya berhasil dipadamkan tim gabungan setelah berjibaku selama sekitar sembilan jam. Titik api pertama kali diketahui warga pada Senin (7/9) sekitar pukul 13.00 WIB, dan api baru dapat dipadamkan secara total pada pukul 22.00 WIB.

Kepala Seksi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso menjelaskan, api muncul di dua lokasi terpisah. Kawasan Hutan Nyatoh terbakar seluas sekitar satu hektare, sementara lahan milik warga di lokasi lain hangus sekitar dua hektare.

Empat Personel Damkar dan Satu Unit Mobil 4.000 Liter Dikerahkan

Penanganan kebakaran melibatkan personel Polres Bangka Barat, Polsek Kelapa, Bhabinkamtibmas, Unit Intelkam, Forkopimcam Kelapa, BPBD, serta perangkat Desa Airbulin. Warga sekitar turut membantu, diperkuat empat personel pemadam kebakaran PT BPL beserta satu unit mobil berkapasitas 4.000 liter air.

"Api muncul di dua titik, begitu mendapatkan informasi kita langsung gerak cepat menuju lokasi dan melakukan koordinasi lintas sektor agar bisa bersama-sama melakukan pemadaman dengan cepat dan tepat," kata Yos Sudarso di Mentok, Selasa.

Semak Kering Jadi Tantangan, Api Dipastikan Padam Total

Proses pemadaman disebut tidak mudah. Kondisi semak belukar yang kering dan lokasi kebakaran yang saling berjauhan menjadi tantangan utama di lapangan. Petugas dan warga berupaya membuat batas agar kobaran api tidak menjalar ke lahan di sekitarnya.

Setelah api dinyatakan padam, petugas tetap melakukan pembasahan lahan untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan. Pemantauan juga terus dilakukan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman penyebab kebakaran. Dari hasil pengumpulan bahan dan keterangan sementara, belum ada saksi mata yang melihat langsung saat api pertama kali muncul. Dugaan sementara, kebakaran dipicu puntung atau api rokok yang dibuang sembarangan, namun hal itu masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

"Kita melakukan respons cepat sebagai bentuk kehadiran polisi dalam melindungi masyarakat dan mencegah kebakaran meluas. Begitu menerima laporan, personel langsung bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait," ujarnya.

Warga Diminta Aktif Lapor Jika Temukan Titik Api

Yos Sudarso mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang benda yang berpotensi menjadi sumber api secara sembarangan. Warga yang menemukan tanda-tanda karhutla diminta segera melapor ke petugas atau memanfaatkan panggilan darurat 110 agar penanganan bisa dilakukan cepat.

Kejadian karhutla ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan bangunan. Situasi di lokasi usai pemadaman dilaporkan aman dan kondusif.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top