Menara Baja 1882 di Pulau Lengkuas: Saksi Bisu Navigasi Maritim yang Kini Hidup sebagai Ikon Wisata Belitung

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 08 September 2026 | 10:50:01 WIB
Menara baja 1882 di Pulau Lengkuas, Belitung, beroperasi hingga kini sebagai penanda navigasi bagi kapal yang melintasi perairan sekitarnya.

BANGKA BELITUNG — Di balik keindahan Pantai Tanjung Kelayang, tersimpan kisah maritim yang melekat pada sebuah menara tua di Pulau Lengkuas. Wisatawan kerap menyebutnya Mercusuar Tanjung Kelayang karena berangkat dari pantai tersebut. Faktanya, bangunan bersejarah ini justru berdiri di Pulau Lengkuas, sebuah pulau kecil di sebelah utara Tanjung Kelayang. Didirikan pada 1882, menara ini bukan sekadar objek foto, melainkan bagian vital dari sistem navigasi laut yang memandu kapal melintasi perairan Belitung yang dipenuhi gugusan pulau dan batu granit.

Memahami lokasi aslinya membuat kisah mercusuar ini semakin kaya. Ia terhubung dengan jalur perdagangan, keselamatan pelayaran, dan transformasi Belitung dari wilayah maritim menjadi destinasi wisata. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat, bangunan tersebut masih beroperasi hingga kini untuk membantu navigasi perairan sekitar Belitung.

Meluruskan Lokasi: Bukan di Tanjung Kelayang

Informasi penting yang perlu diluruskan adalah lokasi pasti bangunan ini. Mercusuar yang populer disebut "Mercusuar Tanjung Kelayang" sebenarnya berada di Pulau Lengkuas, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Pulau Lengkuas terletak di lepas pantai utara Belitung dan dapat dicapai menggunakan perahu dari Pantai Tanjung Kelayang.

Hubungan Tanjung Kelayang dengan mercusuar bukan karena bangunannya berada di kawasan pantai tersebut. Hubungannya lebih sederhana namun penting: Tanjung Kelayang merupakan salah satu pintu menuju Pulau Lengkuas. Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung menyebut Pulau Lengkuas sebagai destinasi bahari utama, dengan mercusuar 1882 sebagai daya tarik sejarah sekaligus wisata.

Alasan Pendirian Menara di Tengah Laut pada 1882

Tahun 1882 menjadi titik penting dalam sejarah bangunan tersebut. Pada abad ke-19, perairan Belitung merupakan bagian dari jalur pelayaran yang semakin ramai seiring meningkatnya aktivitas perdagangan dan pergerakan kapal. Kondisi ini menuntut keberadaan penanda navigasi yang membantu pelaut mengenali posisi serta menghindari wilayah berbahaya.

Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung menjelaskan, perairan sekitar Pulau Lengkuas memiliki banyak gugusan batu granit yang membuat kapal berisiko kandas atau mengalami kecelakaan. Pemerintah kolonial Belanda kemudian membangun mercusuar di Pulau Lengkuas pada 1882. Fungsinya sangat praktis, bukan untuk keindahan, melainkan untuk memberikan cahaya yang membantu kapal menentukan posisi dan melintasi kawasan perairan dengan lebih aman.

Fungsi Utama Mercusuar pada Masa Awal

  • Memberikan tanda visual bagi kapal pada malam hari.
  • Membantu pelaut mengenali posisi daratan.
  • Menjadi referensi ketika kapal mendekati wilayah Belitung.
  • Mengurangi risiko pelayaran di sekitar gugusan batu.
  • Mendukung aktivitas pelayaran dan perdagangan laut.

Fakta Singkat Mercusuar Pulau Lengkuas

  • Tahun Berdiri: 1882 oleh pemerintah kolonial Belanda.
  • Lokasi: Pulau Lengkuas, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.
  • Material: Konstruksi besi atau baja, dicatat sebagai cagar budaya Kabupaten Belitung.
  • Pengelolaan: Departemen Perhubungan RI melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
  • Akses: Perahu sekitar 20 menit dari Pantai Tanjung Kelayang.

Konstruksi Baja dan Perbedaan Data Ketinggian

Keunikan bangunan ini terletak pada material konstruksinya yang menggunakan besi atau baja. Inventaris bangunan cagar budaya Kabupaten Belitung mencatat mercusuar tersebut sebagai bangunan periode kolonial dengan tahun 1882 dan bahan utama baja. Struktur logam ini memungkinkan menara berdiri tinggi dengan bentuk relatif ramping, menciptakan kontras yang indah antara bangunan putih menjulang, lanskap batu granit, dan birunya laut.

Menariknya, terdapat perbedaan data mengenai ketinggian menara. Sumber Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat tinggi bangunan sekitar 70 meter, sedangkan sumber pariwisata nasional menyebut angka sekitar 50 meter. Perbedaan ini kemungkinan berkaitan dengan metode pengukuran atau bagian bangunan yang dihitung. Meski begitu, angka tahun pembangunan dan fungsi navigasinya jauh lebih konsisten daripada angka ketinggiannya.

Posisi Strategis Belitung dalam Sejarah Pelayaran

Sejarah mercusuar ini tidak lepas dari posisi geografis Belitung yang strategis di kawasan perairan antara Sumatra, Bangka, dan jalur menuju Laut Jawa serta Selat Karimata. Pemerintah Kabupaten Belitung mencatat, wilayah pulau ini telah dikenal dalam berbagai catatan sejarah sejak berabad-abad lalu. Bahkan, armada Mongol yang bergerak menuju Jawa pada 1293 disebut pernah singgah di Belitung untuk memperbaiki kapal dan membuat perahu yang lebih kecil.

Berabad-abad kemudian, kebutuhan navigasi berkembang seiring meningkatnya pelayaran, dan mercusuar menjadi salah satu jawabannya. Pulau Lengkuas dipilih bukan secara kebetulan, melainkan karena posisinya yang berada di tengah kawasan perairan dengan gugusan batu granit. Dari sisi navigasi, keberadaan tanda visual di kawasan seperti itu sangat membantu kapal yang bergerak pada malam hari, karena pulau kecil memungkinkan mercusuar memiliki cakupan pandangan yang luas.

Pelat Logam 1882 dan Koneksi ke Tanjungpandan

Detail sejarah yang sering menarik perhatian pengunjung adalah pelat logam yang mencantumkan tahun pembangunan. Universitas Bangka Belitung pernah mencatat adanya pelat logam dengan tulisan berbahasa Belanda yang mencantumkan tahun 1882. Sumber tersebut juga menjelaskan bahwa mercusuar tetap berfungsi sebagai penuntun lalu lintas kapal menuju Tanjungpandan maupun kawasan Selat Gaspar. Tahun "1882" bukan sekadar angka, melainkan penanda bahwa lebih dari satu abad lalu, kawasan ini telah terhubung dengan sistem teknologi navigasi yang dirancang untuk kebutuhan pelayaran.

Dari Infrastruktur Navigasi Menjadi Primadona Wisata

Perubahan fungsi sosial mercusuar merupakan bagian paling menarik dari kisahnya. Pada masa awal, orang datang ke mercusuar karena kebutuhan pekerjaan dan navigasi. Kini, wisatawan datang karena ingin melihat bangunan tua, menaiki tangga, menikmati panorama, dan mengabadikan lanskap. Pemerintah daerah menyebut Pulau Lengkuas sebagai salah satu primadona wisata Belitung, menawarkan pantai pasir putih, air jernih, batu granit, snorkeling, dan pemandangan gugusan pulau.

Perubahan ini menunjukkan bahwa sebuah bangunan dapat memperoleh kehidupan kedua tanpa kehilangan fungsi historisnya. Aktivitas yang dapat dilakukan di sekitar mercusuar antara lain mengamati struktur bangunan tua, menikmati panorama laut, berfoto dengan latar menara, snorkeling, menikmati formasi batu granit, hingga mengunjungi pulau-pulau kecil dalam satu perjalanan wisata bahari.

Akses dan Rute Menuju Pulau Lengkuas

Bagi wisatawan, Tanjung Kelayang menjadi titik yang praktis untuk memulai perjalanan. Indonesia Travel dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sama-sama mencatat perjalanan menggunakan perahu dari Tanjung Kelayang menuju Pulau Lengkuas sekitar 20 menit. Durasi nyata tentu dapat berubah mengikuti cuaca, kondisi laut, jenis perahu, dan jalur yang ditempuh.

Rute sederhananya adalah tiba di kawasan Pantai Tanjung Kelayang, mengatur perjalanan menggunakan perahu lokal, berlayar menuju Pulau Lengkuas sambil menikmati pemandangan pulau-pulau kecil, lalu tiba di Pulau Lengkuas untuk mengunjungi mercusuar dan kawasan sekitarnya. Perjalanan laut sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan arahan pengemudi perahu.

Etika Berkunjung dan Waktu Terbaik

Mercusuar bukan sekadar latar foto. Bangunan tua yang masih memiliki fungsi navigasi perlu diperlakukan dengan lebih hati-hati. Dokumen daya tarik wisata Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebut pengunjung perlu mencuci kaki dengan air tawar sebelum memasuki mercusuar dan meninggalkan alas kaki di luar. Tujuannya berkaitan dengan perlindungan konstruksi logam dari air laut yang dapat mempercepat korosi. Pengunjung juga diimbau untuk mengikuti aturan pengelola, tidak mencoret dinding, tidak memanjat bagian yang bukan jalur pengunjung, tidak membawa air laut ke dalam bangunan, tidak membuang sampah sembarangan, dan menghormati fungsi mercusuar sebagai fasilitas navigasi.

Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung merekomendasikan periode April hingga Oktober sebagai waktu yang baik untuk berkunjung karena kondisi cuaca cenderung mendukung perjalanan laut. Pagi hari sekitar pukul 08.00–10.00 menjadi waktu yang nyaman untuk penyeberangan, dengan cahaya yang lebih lembut untuk fotografi. Meski begitu, kondisi laut tetap perlu diperiksa sebelum keberangkatan karena tidak ada jadwal yang dapat menjamin kondisi laut selalu aman.

Nilai Penting Mercusuar bagi Belitung

Nilai mercusuar Pulau Lengkuas terletak pada pertemuan tiga unsur: teknologi navigasi, sejarah kolonial dan pelayaran, serta pariwisata modern. Bangunan tersebut mengingatkan bahwa Belitung tidak hanya memiliki cerita tentang pantai dan batu granit, tetapi juga sejarah tentang kapal, perdagangan, navigasi, dan teknologi yang pernah digunakan untuk membaca laut. Mercusuar menjadi semacam penanda ingatan yang berdiri di tempat yang sama ketika dunia pelayaran berubah, ketika sistem pemerintahan berganti, dan ketika Belitung kemudian berkembang sebagai destinasi wisata.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah mercusuar berada di Pantai Tanjung Kelayang? Tidak. Mercusuar berada di Pulau Lengkuas. Tanjung Kelayang merupakan salah satu titik keberangkatan menuju pulau tersebut.

Kapan mercusuar Pulau Lengkuas dibangun? Mercusuar dibangun pada 1882 pada masa pemerintahan kolonial Belanda.

Apa fungsi awal mercusuar? Fungsi utamanya adalah membantu navigasi kapal yang melewati perairan sekitar Belitung dan kawasan yang memiliki banyak gugusan batu granit.

Berapa lama perjalanan dari Tanjung Kelayang? Perjalanan perahu umumnya sekitar 20 menit, meskipun kondisi laut dan jenis perahu dapat memengaruhi durasinya.

Apa yang menarik selain mercusuar? Pulau Lengkuas memiliki pantai pasir putih, air laut jernih, batu granit, serta lokasi snorkeling yang menjadi bagian dari wisata island hopping Belitung.

Penutup

Lebih dari satu abad telah berlalu sejak menara itu dibangun. Cahaya yang dahulu membantu pelaut membaca laut kini menjadi bagian dari ingatan wisatawan yang datang membawa kamera dan rasa ingin tahu. Di antara batu granit dan laut biru, sejarah mercusuar Tanjung Kelayang tetap hidup melalui Pulau Lengkuas, berdiri sebagai saksi bahwa sebuah menara dapat menjaga arah sekaligus menjaga cerita.

Reporter: Redaksi
Back to top