Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, menggencarkan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memanfaatkan layar videotron di Bundaran Satam, Tanjungpandan. Langkah ini diambil sebagai kewaspadaan dini karena prakiraan cuaca menunjukkan musim kemarau di wilayah tersebut berpotensi berlangsung cukup panjang. Hingga saat ini, luas hutan di Belitung yang terbakar tercatat mencapai lebih dari 200 hektare.
TANJUNGPANDAN — BPBD Kabupaten Belitung tidak hanya mengandalkan imbauan dari mulut ke mulut. Melalui layar videotron di kawasan pusat kota Bundaran Satam, masyarakat diingatkan kembali tentang bahaya membakar hutan dan lahan.
Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Zainal Harison, mengatakan sosialisasi dilakukan melalui berbagai sarana media massa dan ruang publik. Salah satunya memanfaatkan layar videotron yang berada di titik strategis tersebut.
"Langkah sosialisasi kami lakukan melalui berbagai sarana media massa dan ruang publik salah satunya memanfaatkan layar videotron di kawasan pusat kota Bundaran Satam," kata Zainal di Tanjungpandan, Sabtu.
Selain videotron, BPBD Belitung gencar menyampaikan imbauan agar warga tidak membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Kebiasaan tersebut dinilai menjadi pemicu utama munculnya titik api.
Imbauan serupa juga disebarluaskan melalui spanduk di titik-titik strategis, siaran radio, media sosial, hingga media massa online. Seluruh kanal komunikasi itu dioptimalkan untuk menekan potensi karhutla selama musim kemarau.
Di lapangan, petugas pemadam kebakaran (Damkar) BPBD Belitung tetap menjadi garda terdepan yang bertugas langsung menangani setiap laporan kebakaran dari masyarakat. Mereka bergerak cepat ketika ada laporan masuk.
Namun, Zainal menegaskan BPBD Belitung juga bersinergi lintas instansi dengan TNI/Polri dalam penanganan dan penanggulangan karhutla. Kolaborasi ini penting untuk mempercepat respons jika eskalasi kejadian meningkat.
"Sementara ini teman-teman Damkar tetap menjalankan tugas penanganan awal, namun apabila eskalasi kejadian meningkat dan membutuhkan bantuan personel maupun armada tambahan, maka BPBD berkolaborasi dengan instansi lain," ujarnya.
Data BPBD Belitung mencatat luas hutan yang mengalami kebakaran di wilayah kabupaten ini sudah mencapai lebih dari 200 hektare. Titik-titik kebakaran tersebut tersebar di sejumlah kecamatan.
Zainal berharap sosialisasi yang masif ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah potensi kebakaran. Dengan begitu, kemunculan titik api di kawasan hutan dan lahan selama musim kemarau bisa dicegah bersama.
"Sehingga potensi timbulnya titik api di kawasan hutan dan lahan di Belitung selama musim kemarau dapat kita cegah bersama," katanya.