TOBOALI — Penampilan Andira Putri menjadi sorotan utama dewan juri dalam Lomba Karnaval Parade Nusantara dan Parade Baju Adat Daerah Nusantara. Kostumnya tidak hanya menonjolkan keindahan ornamen, tetapi juga sarat makna filosofis melalui karakter burung rangkong atau enggang sebagai elemen utama busana.
Desain rancangannya menjadikan burung khas Kalimantan ini pusat perhatian. Detail ornamen tampak jelas dari bagian kepala, paruh, hingga sayap yang menjadi ciri khas penampilannya.
Pemilihan burung enggang bukan tanpa alasan. Dalam kepercayaan masyarakat Dayak, burung ini memiliki nilai filosofis yang kuat dan dihormati sebagai simbol keberanian, kemuliaan, persatuan, serta perlindungan.
Melalui karya ini, Andira tidak hanya menampilkan sisi estetika busana, tetapi juga menghidupkan narasi budaya yang melekat pada setiap detail kostumnya. Ia tampil percaya diri dan berhasil membawa pulang gelar juara untuk sekolahnya.
Prestasi ini menjadi catatan tersendiri bagi SMP Muhammadiyah Toboali dalam perayaan kemerdekaan tahun ini. Keberhasilan Andira membuktikan bahwa kreativitas pelajar di daerah mampu bersaing di ajang bergengsi tingkat kabupaten.
Kemenangan ini juga menegaskan bahwa generasi muda Bangka Belitung mampu mengolah referensi budaya dari daerah lain di Nusantara menjadi karya yang orisinal dan bermakna, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang diusungnya.