BANGKA — Warga Belinyu berbondong-bondong mendatangi Gedung Stania sejak pagi untuk mengikuti bakti sosial kesehatan yang digelar PT Timah. Antusiasme tinggi terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 161 orang, terdiri dari berbagai kalangan usia yang ingin memeriksakan kondisi kesehatannya.
Program ini tidak hanya menyediakan pemeriksaan fisik, tetapi juga membuka ruang konsultasi langsung dengan tenaga medis. Warga yang memiliki keluhan tertentu bisa bertanya dan mendapatkan penjelasan secara tatap muka tanpa harus antre lama di puskesmas atau rumah sakit.
Salah satu peserta, Nuryati (67), mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. “Kami tidak perlu jauh-jauh ke kota dan mengeluarkan biaya transportasi. Semua gratis, obatnya juga diberikan,” ujar warga Belinyu itu saat ditemui di lokasi.
Kehadiran layanan kesehatan gratis ini dinilai efektif menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah yang jaraknya cukup jauh dari fasilitas kesehatan utama di pusat kota Bangka. Warga hanya perlu datang ke lokasi acara tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi maupun pemeriksaan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan HUT ke-50 PT Timah yang mengusung semangat berbagi kepada masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan. Dengan tema ‘Timah Untuk Rakyat’, perusahaan pelat merah ini berkomitmen menghadirkan manfaat langsung bagi warga, khususnya di bidang kesehatan.
Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, serta konsultasi umum. Seluruh layanan diberikan secara cuma-cuma tanpa syarat administrasi yang berbelit. Warga hanya perlu mendaftar dan langsung mendapatkan nomor antrean.
Antusiasme warga terlihat sejak layanan dibuka pada pukul 08.00 WIB. Petugas medis dari PT Timah dibantu relawan setempat melayani warga hingga siang hari. Tidak ada laporan antrean panjang karena sistem pengaturan peserta berjalan lancar.
Ke depannya, PT Timah diharapkan dapat melanjutkan program serupa secara berkala di kecamatan-kecamatan lain di Pulau Bangka maupun Belitung. Warga berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi bisa diadakan lebih sering mengingat tingginya kebutuhan layanan kesehatan di daerah pelosok.