KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Presiden Prabowo Subianto melantik 1.204 Pamong Praja Muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan XXXIII tahun 2026 di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026). Dalam sambutannya, ia menyoroti latar belakang sosial para wisudawan terbaik.
Berdasarkan laporan Menteri Dalam Negeri yang diterima Presiden, sepuluh peraih penghargaan Kartika Astha Brata dan Sapta Abdi Praja—predikat lulusan terbaik di tingkat institut dan program studi—tidak ada yang berasal dari keluarga pejabat atau pengusaha. "Ada yang anak buruh, anak tani, dan dari TNI anak bintara," ujar Prabowo.
Peraih IPK tertinggi adalah Siti Ifadoh dari Jawa Timur, Program Studi Politik Indonesia Terapan, dengan indeks 3,87. Disusul Aji Bayu Ramadhan asal NTT (Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan, IPK 3,84) dan Mohamad Toriq Anwar dari Jawa Tengah (Keuangan Publik, IPK 3,83). Daftar lengkap mencakup perwakilan dari Kepulauan Riau, Jawa Barat, Bali, dan NTT.
Presiden menekankan bahwa temuan ini membuktikan seleksi IPDN berjalan jujur dan transparan. "Kita inginkan seleksinya benar. Putra-putri yang terbaik bangsa, anak siapapun," tegasnya. Ia menambahkan, anak buruh harian yang kini menjadi pamong praja berpeluang kelak memimpin Indonesia.
"Ini buktikan bahwa NKRI berhasil, bahwa Pancasila itu benar," sambung Prabowo. Menurut dia, negara harus dipimpin oleh mereka yang berprestasi, bukan berdasarkan latar belakang keluarga atau kekuasaan. "Maju, maju. Ini membanggakan hati saya," katanya.
Penghargaan Kartika Astha Brata diberikan kepada satu lulusan terbaik di seluruh program studi, diraih Aji Bayu Ramadhan. Sementara Sapta Abdi Praja diberikan kepada sembilan lulusan terbaik di masing-masing program studi. Berikut daftar lengkapnya:
Prabowo menutup sambutannya dengan keyakinan bahwa lulusan IPDN Angkatan 33 memiliki semangat pengabdian, disiplin, keberanian, dan integritas sebagai bekal menjadi pemimpin daerah.