Angka Kemiskinan Ekstrem Bangka Tengah Susut ke 0,78 Persen, Pemkab Siapkan Raperda agar Intervensi Tepat Sasaran

Penulis: Syahrul Karim  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 17:16:31 WIB
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menyampaikan data penurunan angka kemiskinan ekstrem di daerahnya menjadi 0,78 persen pada tahun 2025.

KOBA — Angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bangka Tengah terus menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data terkini, persentase penduduk miskin ekstrem di daerah itu kini berada di angka 0,78 persen, turun signifikan dari posisi 1,15 persen pada tahun sebelumnya.

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Selasa, mengatakan penurunan ini merupakan hasil sinergi seluruh perangkat daerah bersama pemerintah pusat, provinsi, dan masyarakat. “Berdasarkan data tahun 2025, angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bangka Tengah berhasil ditekan menjadi 0,78 persen, turun dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 1,15 persen atau mengalami penurunan sebesar 0,37 persen,” katanya.

Bansos Tak Cukup, Pemkab Genjot Pemberdayaan

Pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan penyaluran bantuan sosial. Menurut Algafry, program pemberdayaan ekonomi diperluas agar penerima bantuan mampu meningkatkan taraf hidup secara mandiri. Strategi ini dianggap krusial untuk mencapai target nasional nol persen kemiskinan ekstrem.

Pemkab Bangka Tengah mengoptimalkan kolaborasi lintas sektor. Organisasi perangkat daerah, Badan Pusat Statistik (BPS), BPJS, dan pemerintah desa dilibatkan agar intervensi berjalan efektif serta tepat sasaran.

Verifikasi Data by Name by Address dan Raperda Baru

Dinas Sosial diminta terus melakukan verifikasi dan validasi data penerima bantuan secara by name by address. Langkah ini untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang berhak sekaligus meminimalkan potensi penerima ganda yang kerap menjadi masalah klasik di daerah.

Sebagai penguatan kebijakan jangka panjang, Pemkab Bangka Tengah kini menyiapkan rancangan peraturan daerah (raperda) khusus penanggulangan kemiskinan. Raperda ini diharapkan menjadi landasan hukum yang memperkuat keberlanjutan program intervensi, tidak hanya bergantung pada program tahunan pusat.

Pekerjaan Rumah: Angka Kemiskinan Keseluruhan

Meski angka kemiskinan ekstrem terus menurun, Bupati Algafry mengingatkan bahwa angka kemiskinan secara keseluruhan masih menjadi pekerjaan rumah besar. “Tren kemiskinan ekstrem kita sudah menurun, tetapi angka kemiskinan secara keseluruhan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama tanpa ego sektoral,” ujarnya.

Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan menekan kemiskinan ekstrem belum otomatis menggambarkan kondisi seluruh warga. Dibutuhkan pendekatan terpadu agar kelompok rentan tidak kembali jatuh miskin saat program bantuan berakhir.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top