SUNGAILIAT — Ratusan warga antre memeriksakan kondisi kesehatannya di Mobil Sehat milik PT Timah yang diparkir di area Division Engineering Operation Excellence perusahaan di Sungailiat, Senin (27/1). Mereka datang sejak pagi untuk mendapatkan layanan gratis mulai dari cek tensi, konsultasi dokter, hingga obat-obatan.
Yurni (61) menjadi salah satu peserta yang baru pertama kali menjajal layanan ini. Ia mengaku sudah dua bulan terakhir merasakan kebas dan kaku di jari tangannya.
“Ini baru pertama kali diperiksa di Mobil Sehat. Tensi saya lumayan. Saya memang pasien PRB. Tadi diberi vitamin untuk nyeri jari, obat tensi, dan obat nyeri tulang,” katanya.
Sebagai peserta Program Rujuk Balik (PRB), Yurni mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan ini. Ia tidak perlu jauh-jauh ke puskesmas atau rumah sakit untuk sekadar konsultasi dan mendapatkan obat rutin.
Ia berharap kegiatan serupa bisa terus digelar setiap tahun. “Semoga PT TIMAH tetap jaya, semakin makmur dan sukses selalu. Kalau bisa, kegiatan seperti ini terus diadakan setiap tahun. PT TIMAH semakin jaya dan bisa terus membantu masyarakat, khususnya masyarakat yang kurang mampu,” harapnya.
Parinem (65) juga turut memanfaatkan layanan ini. Ia datang setelah menyelesaikan terapi dan langsung mendaftar di Mobil Sehat. Keluhan utamanya adalah sakit lutut dan tekanan darah tinggi.
“Dua minggu lalu kami cek sendiri di rumah, tensinya 159. Sekarang saya senang karena bisa mengetahui kondisi kesehatan dan mendapat obat. Jadi tidak waswas lagi. Tadi diberi tahu kalau tekanan darah dan kolesterol tinggi, sehingga harus dijaga,” tuturnya.
Menurut Parinem, pemeriksaan ini membuatnya lebih tenang karena mendapat penjelasan langsung dari dokter. Ia juga mendapatkan obat sesuai hasil pemeriksaan tanpa biaya.
Kegiatan pengobatan gratis ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bakti HUT ke-50 PT Timah. Perusahaan menargetkan layanan serupa bisa menjangkau masyarakat di seluruh wilayah operasionalnya.
Petugas medis yang berjaga di Mobil Sehat memberikan pelayanan mulai dari pendaftaran, pemeriksaan, hingga pemberian obat. Warga yang datang tidak dipungut biaya sepeser pun.
Yurni dan Parinem sepakat, akses layanan kesehatan gratis seperti ini sangat dibutuhkan, terutama bagi warga lanjut usia yang memiliki keluhan kronis namun terkendala biaya dan jarak.