Penjualan Semen Indonesia Tembus 18,27 Juta Ton di Semester I 2026, Pasar Jawa Barat Jadi Target Baru

Penulis: Hendrizal Satria  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 12:04:01 WIB
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyampaikan penjualan semen mencapai 18,27 juta ton pada semester I 2026.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi penajaman fokus pada pengelolaan pemasaran dan penjualan. Perusahaan juga gencar memastikan ketersediaan produk serta memperluas jangkauan pasar ke berbagai wilayah.

"Kinerja penjualan yang positif merupakan bukti konsistensi SIG menjalankan transformasi, khususnya dalam penguatan pengelolaan pasar mikro," ujar Vita dalam keterangan resmi, Senin (27/7/2026).

Penjualan Ritel Jadi Kontributor Utama Pendapatan

Vita menambahkan, penjualan ritel masih menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan. Selama ini, sektor retail berkontribusi sekitar 70 persen dari total pendapatan SIG.

Oleh karena itu, perseroan terus berupaya meningkatkan kinerja di segmen ini. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan komitmen Badan Pengelola BUMN dan Danantara untuk memastikan transformasi perusahaan pelat merah membuahkan hasil nyata.

Jawa Barat Jadi Pasar Potensial Berikutnya

Ke depan, SIG menyiapkan strategi khusus untuk menyasar pasar potensial di Jawa Barat. Keputusan ini tidak terlepas dari data permintaan semen di provinsi tersebut yang tercatat naik 7,5 persen year on year pada paruh pertama 2026.

"Penguatan pasar mikro di berbagai wilayah penjualan merupakan langkah strategis SIG untuk memenangkan persaingan dan menjadi motor penggerak pertumbuhan kinerja berkelanjutan," kata Vita.

Dengan langkah ini, SIG optimistis dapat semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar semen di Indonesia. Ekspansi ke Jawa Barat dinilai akan menjadi katalis pertumbuhan di sisa tahun ini.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: pasardana.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top