KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kepastian soal insentif kendaraan listrik (EV) terus bergulir di tengah persiapan peluncuran kendaraan listrik nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan program insentif tetap berjalan, namun kali ini akan diprioritaskan untuk kendaraan yang masuk dalam kategori nasional.
"Itu nanti kita lihat dikaitkan dengan mobil nasional atau motor nasional," ujar Airlangga di kantornya, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Pernyataan Airlangga mempertegas arah baru kebijakan insentif EV di Indonesia. Jika sebelumnya insentif diberikan secara lebih terbuka untuk berbagai merek, ke depan pemerintah akan memfokuskannya pada produk yang memenuhi kriteria mobil dan motor listrik nasional.
Saat ditanya apakah insentif diberikan ke konsumen atau produsen, Airlangga hanya menjawab singkat: "Mobil dan motor listrik nasional."
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambahkan, penyaluran insentif nantinya hanya akan dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu. Ia masih menunggu masukan dari Kementerian Perindustrian dan Danantara untuk menentukan arah subsidi tersebut.
"Motor listrik masih ada insentif nanti, tapi dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah mengumumkan rencana peluncuran motor listrik nasional dalam waktu dekat. Chief Technology Officer BPI Danantara, Sigit Puji Santosa, kemudian membocorkan jadwal pengumuman resmi.
"Pokoknya nanti akan diumumkan nanti tanggal 13 (Agustus). Nanti aja," beber Sigit di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).
Menariknya, Sigit menegaskan bahwa PT Pindad tidak akan memproduksi motor listrik nasional. Perusahaan pelat merah itu justru akan fokus pada pengembangan mobil listrik nasional. Siapa pihak yang ditugaskan memproduksi motor listrik nasional akan diumumkan pada 13 Agustus mendatang.
Sigit memastikan motor listrik nasional nantinya akan dirancang langsung oleh insinyur Indonesia, bukan hasil kerja sama dengan pabrikan asing. Desain dan proses produksi sepenuhnya dikerjakan di dalam negeri.
"Nanti akan ada yang baru. Design-nya by Indonesia engineers. Desain dari kita. Desain dan produksi dari kita," sebut Sigit.
Keputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin membangun ekosistem kendaraan listrik yang mandiri. Dengan insentif yang dikaitkan langsung pada produk nasional, para pemain lokal diharapkan bisa bersaing dan menguasai pasar EV dalam negeri.
Publik tinggal menunggu tanggal 13 Agustus untuk mengetahui secara pasti siapa produsen motor listrik nasional dan bagaimana skema insentif akan diterapkan secara teknis.