Pemkab Bangka Tengah Mulai Terapkan Anggaran "Money Follow Program", Fokus pada Program Prioritas untuk Warga

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 01:47:31 WIB
Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda Bangka Tengah, Dimas Arya Nugroho, memaparkan skema anggaran *money follow program* di Koba, Senin.

KOBA — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda mulai mengubah cara mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Konsep yang diterapkan adalah money follow program, di mana dana mengikuti program, bukan program yang menyesuaikan dengan pagu anggaran masing-masing perangkat daerah.

Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda Kabupaten Bangka Tengah, Dimas Arya Nugroho, mengatakan strategi ini dirancang agar anggaran daerah benar-benar terfokus pada sasaran pembangunan. "Penganggaran berbasis money follows program menjadi salah satu strategi agar anggaran daerah difokuskan pada program-program prioritas yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung sasaran pembangunan daerah," ujarnya di Koba, Senin.

Anggaran Tak Lagi Dibagi Rata ke Semua Dinas

Selama ini, sistem penganggaran konvensional kerap membuat anggaran tersebar tipis ke berbagai kegiatan yang belum tentu prioritas. Dengan skema baru, setiap usulan program harus jelas dampaknya terhadap warga. Prinsipnya, setiap belanja daerah harus lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata, bukan sekadar habis terserap.

Dimas menjelaskan bahwa penerapan kebijakan ini juga didukung digitalisasi dan integrasi sistem pengelolaan keuangan. Langkah itu diambil untuk meningkatkan efisiensi administrasi, memperkuat transparansi, serta memudahkan pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran.

Pengawasan Diperketat untuk Antisipasi Temuan BPK

Tak hanya soal alokasi, Pemkab Bangka Tengah juga memperkuat pengendalian internal dan kepatuhan terhadap standar akuntansi pemerintahan. Hal ini dilakukan agar pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda Bangka Tengah terus melakukan pembenahan administrasi dan mempercepat realisasi anggaran. Langkah mitigasi terhadap potensi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga menjadi perhatian serius, termasuk dengan mengintegrasikan sistem pengelolaan keuangan secara menyeluruh.

Kapasitas Aparatur Ditingkatkan Lewat Pelatihan

Peningkatan kapasitas aparatur pengelola keuangan menjadi fokus lain dalam transformasi ini. Berbagai pelatihan dan pengembangan kompetensi diberikan agar para pegawai mampu mengikuti perkembangan regulasi serta memanfaatkan teknologi dalam tata kelola pemerintahan.

Dimas berharap berbagai langkah ini mampu meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah. Targetnya, penyelenggaraan pemerintahan menjadi lebih profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat Bangka Tengah.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top