Polres Bangka Selatan Tangkap Pria Pembunuh Remaja 14 Tahun di Toboali, Pelaku Diringkus Saat Hendak Kabur

Penulis: Syahrul Karim  •  Minggu, 26 Juli 2026 | 19:22:31 WIB
Petugas Polres Bangka Selatan mengamankan pria berinisial KL di Desa Rias, Toboali, saat hendak melarikan diri.

BANGKA SELATAN — Aparat Polres Bangka Selatan bergerak cepat menangkap pria berinisial KL di Desa Rias, Kecamatan Toboali, tak lama setelah peristiwa penganiayaan yang merenggut nyawa seorang remaja. Pelaku diamankan saat berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian.

Pulang dari Toko, Remaja Ditemukan Terluka

Peristiwa berawal ketika korban, seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun, disuruh orang tuanya membeli barang di toko. Sekembalinya ke rumah, ia dalam kondisi terluka parah. Keluarga segera membawanya ke rumah sakit, namun nyawa korban tidak tertolong akibat sejumlah luka tusuk.

Kejadian ini mengguncang warga di Kecamatan Toboali, Bangka Selatan. Korban dikenal sebagai anak yang penurut dan jarang terlibat masalah dengan tetangga.

Motif Pelaku: Sakit Hati dan Tersinggung

Dari hasil interogasi polisi, pelaku KL mengaku nekat melukai korban karena merasa sakit hati dan tersinggung. Ia tidak merinci penyebab pasti perasaan tersebut, namun polisi masih mendalami motif di balik penganiayaan.

Pelaku dan korban tinggal bertetangga di lingkungan yang sama. Hubungan keduanya sebelumnya disebut tidak menunjukkan ketegangan yang mencolok.

Polisi Amankan Pelaku Saat Hendak Kabur

Tim Resmob Polres Bangka Selatan menangkap KL di kawasan Desa Rias. Saat itu, pelaku tengah berusaha meninggalkan lokasi. Barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan untuk menusuk korban turut diamankan.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Bangka Selatan. Ia dijerat pasal penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: kompas.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top