PANGKALPINANG — PT TIMAH Tbk tidak hanya menambang timah di Bangka Belitung. Di lingkar tambang, perusahaan pelat merah itu juga menjalankan sejumlah program sosial yang menyasar tumbuh kembang anak. Mulai dari kelas beasiswa hingga gerakan menurunkan stunting, semua dikemas dalam program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Salah satu program yang sudah berjalan lama adalah Kelas Beasiswa PT TIMAH di SMAN 1 Pemali. Sejak tahun 2000, program ini telah meluluskan lebih dari 900 siswa. Bagi banyak penerima manfaat, beasiswa ini menjadi jembatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
PT TIMAH juga menyasar anak berkebutuhan khusus. Pada 2025, perusahaan menggelar Seminar Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Negeri Koba, Bangka Tengah, dan SLB Negeri Sungailiat, Bangka. Ratusan guru, orang tua, dan anak berkebutuhan khusus menjadi peserta.
Di SLB Negeri Muntok, Bangka Barat, pelatihan membatik eco print diberikan kepada 10 murid dan 12 guru. Kepala SLB Negeri Mentok, Arif Jananto, mengatakan pelatihan ini merupakan pengembangan dari program Batik Taber yang sudah berjalan di sekolah tersebut.
“Terima kasih kepada PT TIMAH atas dukungan yang berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, kami ingin memperluas keterampilan para guru dan siswa agar memiliki kompetensi vokasi yang dapat diandalkan saat lulus nanti,” kata Arif.
Dukungan di sektor pendidikan anak usia dini juga diberikan. TK Swasta Mutiara Hati di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, mendapat bantuan sarana dan prasarana. Kepala Sekolah TK Swasta Mutiara Hati, Suarni, mengapresiasi bantuan printer yang digunakan untuk mencetak bahan ajar dan administrasi sekolah.
“Printer kita sebelumnya sudah rusak dan kita terkendala karena biasanya digunakan untuk print dan fotocopy bahan pembelajaran anak-anak dan administrasi sekolah. Alhamdulillah dengan adanya bantuan dari PT Timah persoalan ini bisa diatasi,” ujar Suarni.
Di bidang kesehatan, PT TIMAH menjalankan program Kemunting atau Gerakan Menurunkan Stunting. Kegiatannya meliputi edukasi kesehatan, peningkatan pengetahuan gizi, penguatan kapasitas kader posyandu, hingga pemberian makanan tambahan bagi anak stunting. Program ini dikerjakan bersama Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Bangka Belitung dan bidan desa.
Edukasi pencegahan stunting juga menyasar pelajar di Asrama Pemali Boarding School, Desa Pemali. Ibu hamil dan orang tua juga menjadi sasaran program ini.
Departement Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan, mengatakan dukungan terhadap anak harus dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, hingga pengembangan potensi. Menurutnya, perusahaan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas agar manfaatnya berkelanjutan.
“Dukungan terhadap tumbuh kembang anak perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, hingga pengembangan potensi. Melalui berbagai program PPM dan kolaborasi dengan pemerintah serta masyarakat, PT TIMAH berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh anak-anak di wilayah operasional perusahaan,” kata Anggi.