PANGKALPINANG — Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, meminta warga menghentikan aksi borong BBM yang justru memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar. Menurutnya, situasi ini lebih disebabkan oleh kepanikan kolektif, bukan karena kelangkaan pasokan dari Pertamina.
Dessy menjelaskan bahwa informasi dari Pertamina Patra Niaga menunjukkan cadangan BBM di wilayah Bangka Belitung masih dalam kondisi normal. Ia menegaskan bahwa distribusi berjalan lancar dan tidak ada gangguan pasokan yang berarti.
“Tadi disampaikan oleh pihak Pertamina bahwa sebenarnya bukan BBM-nya yang langka. Stoknya aman, hanya masyarakat yang panik ketika muncul suatu isu,” ujar Dessy di sela-sela acara Bazar UMKM Merdeka, Selasa (21/7/2026).
Wakil wali kota mengingatkan agar warga tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu. Ia meminta masyarakat untuk bersikap rasional dan tidak menimbun BBM karena tindakan tersebut justru dapat menciptakan kelangkaan buatan.
Antrean panjang di beberapa SPBU di Pangkalpinang sempat terlihat dalam beberapa hari terakhir. Namun, Dessy memastikan pemerintah kota bersama Pertamina akan terus memantau situasi dan memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga hingga masa liburan dan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan Bazar UMKM Merdeka yang dibuka Dessy di Kantor Camat Pangkalbalam turut dimanfaatkan untuk menenangkan pelaku usaha. Pemerintah kota ingin memastikan bahwa sektor UMKM tidak terganggu oleh isu kelangkaan BBM yang dapat mempengaruhi biaya distribusi dan harga barang.
“Kami tidak ingin isu yang tidak benar ini mengganggu aktivitas ekonomi warga, terutama menjelang perayaan kemerdekaan. Stok aman, harga terkendali, dan masyarakat diminta tetap tenang,” pungkasnya.