Ekspor Lada Putih Bangka Belitung Tembus Rp180 Miliar Sepanjang 2025, Karantina Kawal 184 Kali Pengiriman

Penulis: Syahrul Karim  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 16:08:31 WIB
Ekspor lada putih Bangka Belitung sepanjang 2025 mencapai 1,37 ribu ton dengan nilai Rp180 miliar dan 184 kali pengiriman.

PANGKALPINANG — Sepanjang tahun 2025, volume ekspor lada putih asal Bangka Belitung mencapai 1,37 ribu ton. Nilai ekonominya tembus Rp180 miliar, dengan frekuensi pengiriman sebanyak 184 kali.

Kepala Karantina Provinsi Kepulauan Babel, Herwintarti, mengatakan pihaknya bersama pemerintah daerah menjalankan Program Go Ekspor secara intensif. Tujuannya, agar petani tetap bersemangat mengembangkan perkebunan lada putih.

"Potensi ekspor lada putih ini sangat tinggi dan kami ingin komoditas ini tetap menjadi program unggulan pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi dan kualitas lada putih ini," kata Herwintarti di Pangkalpinang, Minggu.

Negara Tujuan dan Lalu Lintas Domestik

Data dari Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology) mencatat, tujuan utama ekspor lada putih Bangka Belitung meliputi Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan. Sementara itu, lalu lintas komoditas untuk tujuan domestik mencapai 6.323 ton dengan 308 kali pengiriman dan nilai nominal Rp535,89 miliar.

Herwintarti menambahkan, permintaan pasar internasional terhadap lada putih saat ini masih tinggi. Hal ini menjadi peluang besar bagi para petani di daerah penghasil rempah tersebut.

Produksi Turun Akibat Alih Fungsi Lahan

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Babel mencatat produksi lada putih petani selama 2025 sebanyak 9.646,96 ton. Jumlah ini tersebar di Kabupaten Bangka, Belitung, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, dan Belitung Timur.

Angka tersebut menurun dibandingkan produksi tahun 2024 yang mencapai 12.008,66 ton. Kepala DPKP Provinsi Kepulauan Babel, Kurniawan, menyebut penurunan ini dipicu berkurangnya luas perkebunan lada putih akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit dan komoditas lainnya.

"Penurunan produksi lada putih ini, karena berkurangnya luas perkebunan lada putih sebagai dampak alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit dan lainnya," ujar Kurniawan.

Upaya Pemerintah Dorong Produksi

Pemerintah daerah terus mengembangkan perkebunan lada petani untuk meningkatkan produksi komoditas ekspor ini. Data sebaran produksi lada putih 2025 menunjukkan Kabupaten Belitung menjadi penghasil terbesar dengan 3.831,82 ton, disusul Bangka Selatan 3.331,45 ton, dan Bangka 1.198,68 ton.

Herwintarti berharap pengawalan ekspor yang ketat dapat menjaga kepercayaan pasar global terhadap kualitas muntok white pepper. Dengan begitu, minat petani untuk kembali mengembangkan komoditas ini bisa meningkat.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top