PANGKALPINANG — Wakil Bupati Bangka Selatan Debby Vita Dewi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh lengah terhadap dinamika harga pangan yang berpotensi menggerus daya beli masyarakat. Ia menyebut koordinasi antarlembaga harus terus diperkuat, mulai dari memastikan pasokan pangan aman hingga distribusi berjalan lancar.
“Pemerintah daerah tidak boleh lengah terhadap dinamika harga pangan yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat. Karena itu, koordinasi antarlembaga harus terus diperkuat agar pasokan pangan tetap aman, distribusi berjalan lancar, dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujar Debby dalam forum yang berlangsung di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel.
Debby memaparkan, realisasi program pengendalian inflasi di Bangka Selatan mengacu pada strategi 4K. Keempat pilar itu meliputi Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Strategi ini dijalankan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Basel melalui sejumlah langkah konkret.
Operasi pasar dan pengawasan harga eceran tertinggi (HET) menjadi garda depan menjaga keterjangkauan harga. Di sisi lain, pemerintah daerah juga menjaga cadangan stok distributor serta memperluas kerja sama pangan antardaerah untuk memastikan pasokan tetap tersedia. Kelancaran distribusi ditopang pemeliharaan infrastruktur jalan dan pelabuhan.
Berdasarkan data Indikator Perkembangan Harga (IPH) sejak Januari hingga pekan pertama Juli 2026, fluktuasi harga bahan pokok di Basel masih tergolong terkendali. Meski demikian, Debby mengakui sejumlah komoditas tetap menjadi perhatian serius karena paling sering memicu perubahan IPH.
“Komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras tetap menjadi perhatian karena paling sering memengaruhi perubahan IPH,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga, Pemkab Basel mengandalkan pemantauan harga bahan pokok secara berkala, pelaksanaan pasar murah, serta penguatan sektor pertanian lokal. Upaya ini dinilai penting menjaga ketersediaan komoditas pangan di tengah tekanan ekonomi global.
Debby menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan seluruh anggota TPID menjadi kunci menghadapi tantangan ekonomi. Dampak ketidakpastian ekonomi global dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas harga di daerah, sehingga koordinasi harus terus diintensifkan.
“Inflasi yang terkendali merupakan fondasi penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” kata Debby.
Forum HLM tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Babel, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Babel, para bupati dan wali kota se-Babel, pimpinan instansi vertikal, serta jajaran TPID provinsi dan kabupaten/kota. Debby berharap forum ini memperkuat koordinasi sehingga stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dapat terus terjaga demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.