SUNGAILIAT — Suasana Warkop Bang Alan di Gang Raya, Sungailiat, berubah menjadi ruang dialog lintas iman pada Jumat pagi. Alih-alih rapat formal di aula, FKUB dan Kesbangpol memilih meja-meja kopi sebagai tempat merajut kebersamaan.
Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan perwakilan pemerintah daerah duduk melingkar. Mereka tidak hanya minum kopi, tetapi juga bertukar pikiran soal kondisi sosial dan potensi gesekan yang bisa muncul menjelang tahun politik.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bangka, Romlan, menyebut kegiatan ini sengaja dirancang santai agar komunikasi berjalan lebih terbuka. "Kami ingin menghadirkan suasana akrab, sehingga pemerintah dan tokoh masyarakat bisa bertukar pikiran serta mencari jalan keluar bersama melalui dialog. Dengan kebersamaan, kita pastikan Kabupaten Bangka tetap aman, damai, dan harmonis," ujarnya.
Menurut Romlan, kerukunan bukan sekadar slogan. Ia adalah syarat mutlak bagi pembangunan daerah. Jika antarumat beragama saling curiga, program pembangunan mana pun akan sulit berjalan.
Ketua FKUB Kabupaten Bangka, Husien Jais, menegaskan bahwa forum ini adalah milik semua warga, bukan kelompok tertentu. Ia mengajak para tokoh menjadi teladan dalam menyelesaikan persoalan lewat dialog. "Kami berharap para tokoh senantiasa menjadi teladan, menyelesaikan persoalan lewat dialog, dan menolak segala bentuk provokasi yang bisa memecah belah persatuan," tegas Husien.
Ia menambahkan, toleransi harus dirawat setiap hari, bukan hanya saat ada acara seremonial. Momentum ngopi bareng ini, kata dia, harus jadi pengingat bahwa perbedaan adalah kekayaan, bukan sumber perpecahan.
Selain Romlan dan Husien Jais, hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka, Syarifudin, serta tokoh agama dan masyarakat setempat. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pemerintah dan pemuka agama berjalan beriringan.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat. Tujuannya jelas: mewujudkan Kabupaten Bangka yang maju, sejahtera, dan berlandaskan semangat kebersamaan. "Rukun di hati, harmoni dalam keberagaman, Bangka maju bersama," demikian pesan yang menggema di warung kopi itu.